Info
Thursday, 29 Oct 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

STOP MEMBANDINGKAN ANAK JIKA TIDAK INGIN MENTAL NYA RUSAK !

Thursday, 29 October 2026 Oleh : admin

Oleh : Anita.,S.E
(Staff Adminitrasi SD Islam Yaa Bunayya Palembang)

Bismillahirrahmanirrahim

“Lihat tuh, anak tetangga bisa ranking satu. Kamu kenapa nggak bisa?”

Kalimat seperti ini mungkin terdengar biasa di telinga banyak orang tua Indonesia. Niatnya mungkin memotivasi, tetapi tanpa disadari kebiasaan membandingkan ini justru bisa melukai hati anak dan mengganggu kesehatan mental mereka.

anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Anak tidak perlu dibanding-bandingkan dari segi kepribadian, sikap, kecerdasan, atau fisik. Namun orang tua seringkali membandingkan anak dengan dirinya yang dahulu, anak orang lain, atau bahkan saudaranya sendiri.

Orang tua yang membandingkan anaknya dengan saudaranya juga bisa dikatakan seperti mengadu domba. Salah satu diantara mereka yang dianggap “rendah” akan menyimpan rasa sedih, kesal, marah, cemburu, dan tidak percaya diri. Yang nantinya bisa meluapkan kekesalannya jadi benci terhadap saudaranya. Ini yang dikhawatirkan.

Kenapa Membandingkan Itu Berbahaya?

Menurut penelitian dari Journal of Child and Family Studies, perilaku orang tua yang sering membandingkan anak dengan anak lain bisa menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan risiko stres hingga depresi pada anak.

Kebiasaan membandingkan ini tidak hanya membuat anak sedih sesaat, tetapi bisa berdampak jangka panjang, seperti:

  • Rendah diri dan takut mencoba hal baru karena merasa dirinya tidak mampu.
  • Perfeksionis berlebihan, hanya merasa berharga jika mendapatkan nilai sempurna.
  • Menjauh dari orang tua karena merasa tidak dipahami dan hanya dinilai dari prestasi.

Anak tidak butuh dibandingkan, mereka butuh dipahami karena setiap anak punya jalur tumbuhnya sendiri. Tugas orang tua juga bukan mencetak anak yang paling hebat, tetapi mendampingi mereka menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Jadi, mulai hari ini jika muncul keinginan membandingkan, tahan sebentar dan ganti dengan kalimat yang mendukung. Karena anak yang merasa dicintai tanpa syarat akan tumbuh jauh lebih kuat daripada anak yang selalu merasa tidak pernah cukup.

Sumber:

  • zakatsukses.org
  • sinotif.com

No Comments

Tinggalkan Komentar