Info
Wednesday, 13 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

SUDAH SIAP MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH ?

Wednesday, 13 May 2026 Oleh : admin

Oleh : Nadya Rizma Harianda, S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Menjelang ujian, biasanya suasana rumah berubah sedikit tegang. Anak-anak sibuk karena harus belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Sedangkan orang tua, biasanya juga mulai gugup. Tanpa terasa, bahasa tubuh orang tua juga berubah. Mata menjadi lebih lebar, postur tubuh mejadi kaku dan tidak jarang jari telunjuk lebih banyak bergerak untuk memerintah anak. Kalau sudah seperti ini, sebagai reaksi dari stimulus orangtua yang tegang seperti ini, tidak aneh kalau anak-anak pun jadi grogi sendiri. Sudahlah mau ujian, orangtua makin galak, rumah pun jadi tempat yang kurang menyenangkan.

Mengapa ini terjadi? Menurut Psikolog anak, Elly Risman Musa, meminta agar kita memasuki dunia anak. Menurut Psikoog Elly, Kalau dia bersekolah di sekolah yang baik atau favorit, tentu sekolah akan mengeluarkan kebijakan kepada guru-guru, wali kelas, dan siswa untuk mempertahankan status atau mutu sekolah. Tentu anak-anak punya target yang luar biasa. Mereka dipacu dengan pendalaman materi dan dibanjiri dengan nasihat-nasihat agar rajin belajar. Bisa dibayangkan bagaimana peningnya kepala anak-anak. Dalam kondisi lelah dan tertekan sampai di rumah orangtua melakukan hal yang sama. ”Jadi, tidak mengherankan bila reaksi anak Ibu jadi ketus dan sering marah-marah,” papar Elly.

Untuk mengatasinya, lanjut Elly, yang penting adalah perhatian orang tua. ”Cobalah mendengar dan menjangkau perasaan atau emosi apa yang sedang dirasakannya.”. Kalau ia kelihatan lesu, atau sedih, ucapkanlah ”Abang kelihatan lelah sekali. Ini minum dulu nanti Mama pijitin”. Anak merasa ibunya memahami betapa hari ini adalah hari yang melelahkan. ”Dengan bahasa tubuh Ibu yang lebih menerima kondisi anak, ia akan merasa nyaman. Hal ini akan memberi asupan energi baru bagi anak sehingga pada malam hari ia akan siap untuk belajar lagi. Selain itu anak juga akan bersedia berbagi kepenatan dan permasalahan yang sedang ia hadapi,” ujar Elly.

Menjalankan Amanah dari Allah Anak adalah titipan Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mendampingi anak belajar di rumah juga merupakan bentuk nyata menjalankan amanah tersebut, memastikan anak tumbuh dengan ilmu yang bermanfaat dan nilai- nilai kebaikan. Mendampingi anak belajar di rumah bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ibadah dan amanah besar dalam Islam. Inilah alasan orang tua perlu temani anak belajar di rumah, agar ilmu yang dipelajari anak tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menguatkan iman dan memperindah akhlaknya.

Karena sebagai orang tua, kita tidak hanya berkewajiban membuat anak mendapatkan nilai bagus di sekolah dan menjadi juara, namun kita juga wajib menghargai dan membahagiakan mereka.

Dengan harmonisnya hubungan dan berkurangnya beban emosi, diharapkan anak akan lebih baik dan lebih siap menghadapi ujian. Semoga Allah memudahkan setiap langkah orang tua dalam mendidik generasi penerus yang baik, saleh dan salehah.

Sumber : 

No Comments

Tinggalkan Komentar