Oleh : Gita Rachma Yuandini, S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Libur telah tiba, canda tawa anak membuat suasana rumah menjadi lebih hangat dan bahagia. Namun, dibalik keceriaan liburan, ada satu amanah kecil yang perlu kita jaga bersama agar ia tidak “ikut libur”, yaitu muroja’ah.
Menghafal Al-Qur’an ibarat mengikat seekor unta, jika ikatannya dilepas, ia akan mudah lari. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jagalah Al-Qur’an (dengan rutin membacanya). Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh Al-Qur’an itu lebih cepat lasnya daripada unta dari ikatannya.”
(HR. Bukhori dan Muslim)
Agar hafalan anak tidak mengendur, dan mengaji tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan, berikut tips muroja’ah yang asyik :
Jangan ajak anak muroja’ah seperti mau ujian, tapi ajak anak muroja’ah sambil bersantai. Misalnya, saat berkendara, sambil jalan-jalan, saat kumpul di sore hari, atau saat anak bermain di rumah.
Anak adalah peniru ulung. Jika mereka melihat orang tuanya asyik membaca Al-Qur’an, mereka akan merasa bahwa mengaji adalah aktivitas keluarga yang normal, bukan sebuah “tugas sekolah”.
Berikan pujian yang tulus saat anak berhasil menyelesaikan satu surat. Anda juga bisa membuat “Checklist Ibadah” yang menarik; jika penuh dalam seminggu, berikan hadiah kecil atau waktu bermain ekstra.
Putar murrotal dari qari cilik favorit di rumah. Hal ini membantu anak mengingat ritme dan tajwid secara tidak sadar (metode passive listening).
Mainkan tebak ayat atau sambung ayat bersama anggota keluarga lainnya. Jadikan aktivitas ini sebagai momen bonding yang ceria.
Liburan bukan berarti berhenti belajar, melainkan mengganti suasana belajar menjadi lebih fleksibel. Dengan pendampingan yang penuh kasih sayang, kita berharap anak-anak tidak hanya hafal secara lisan, tapi juga mencintai Al-Qur’an sebagai sahabat di kala luang.
Referensi :
Tinggalkan Komentar