Artikel by : Destiana.S.Pd
Guru SD YBIS
Anak yang suka membantah sering bikin orang tua kesal. Tapi sebenarnya, perilaku itu nggak selalu buruk. Membantah bisa jadi tanda bahwa anak sedang belajar berpendapat dan menunjukkan kemandirian. Yang penting, orang tua tahu cara menanggapinya dengan bijak.
Sebelum marah, coba pahami kenapa anak membantah. Bisa jadi dia merasa tidak
didengar, lelah, atau cuma ingin diperhatikan. Tanyakan dengan nada tenang, “Kamu kenapa nggak mau?” Dengan begitu, anak merasa dihargai dan lebih mudah diajak bicara.
Anak yang berani bicara belum tentu tidak sopan. Kalau anak menolak tapi masih dengan nada baik, itu artinya dia sedang belajar mengutarakan pendapat. Namun, kalau anak berbicara kasar atau menantang, orang tua tetap perlu menegaskan batas dengan lembut: “Kamu boleh berpendapat, tapi jangan membentak, ya.”
Kalau orang tua ikut emosi, suasana malah makin panas. Anak cenderung meniru reaksi
orang tuanya. Jadi, usahakan tetap tenang tapi tegas. Misalnya, “Mama dengar kamu
nggak setuju, tapi sekarang waktunya mandi dulu. Nanti kita bahas lagi, ya.” Dengan cara
ini, anak tahu aturan tetap berlaku tapi tetap merasa didengar.
Daripada memaksa anak diam, ajak bicara dengan cara yang membangun kedekatan. Kadang anak membantah karena ingin merasa punya pilihan. Coba beri dua opsi, seperti, “Kamu mau ngerjain PR sekarang atau setelah makan?” Anak jadi tetap nurut tapi juga belajar bertanggung jawab.
Anak butuh batas yang jelas. Kalau aturan sering berubah, anak akan bingung dan lebih sering berdebat. Jadi, buat aturan yang sederhana tapi konsisten, misalnya waktu tidur atau waktu bermain gadget. Konsistensi bikin anak belajar disiplin tanpa harus dimarahi terus.
Saat anak mulai menurunkan nada bicara atau patuh tanpa marah, jangan lupa beri pujian kecil. Kalimat sederhana seperti, “Mama senang kamu ngomongnya sopan banget tadi,” bisa bikin anak merasa dihargai dan ingin terus berperilaku baik.
Kesimpulan
Anak yang suka membantah bukan berarti nakal, tapi sedang belajar mengekspresikan diri. Tugas orang tua adalah mengajarkan cara berbicara yang sopan tanpa mematikan pendapatnya. Dengan komunikasi yang tenang, aturan yang konsisten, dan kasih sayang, anak akan belajar menghargai orang lain sekaligus berani menyampaikan pikirannya.
Tinggalkan Komentar