Info
Wednesday, 13 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

STOP LABELING, START UNDERSTANDING: MENGUBAH CARA ORANG DEWASA MEMANDANG ANAK

Wednesday, 13 May 2026 Oleh : admin

Oleh : Novalia Agustina, S.Pd.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Di lingkungan sekolah maupun masyarakat, kita sering mendengar kalimat seperti, “Anaknya nakal ya,” atau “Itu anaknya terlalu aktif.” Kalimat tersebut kerap terlontar dengan ringan oleh orang dewasa, tanpa disadari meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan tumbuh kembang anak.

Label “nakal” atau “terlalu aktif” sering kali bukan berasal dari niat buruk, melainkan dari keterbatasan pemahaman orang dewasa dalam membaca dunia anak. Padahal, perilaku anak adalah Bahasa-bahasa tentang kebutuhan, emosi, dan tahap perkembangannya.

Label Bukan Solusi !

Memberi label pada anak memang terasa memudahkan. Anak yang berlari dianggap “tidak bisa diam”, anak yang banyak bertanya disebut “mengganggu”, dan anak yang sulit duduk tenang langsung dicap “nakal”. Namun, label bukanlah solusi, justru sering menjadi awal dari masalah baru.

Ketika seorang anak terus-menerus mendengar dirinya disebut “nakal”, ia perlahan mulai mempercayai label tersebut. Anak bukan hanya mendengar, tetapi juga menyerap. Pada akhirnya, label berubah menjadi identitas diri.

Aktif adalah Bagian dari Tumbuh Kembang

Anak yang aktif bukan berarti bermasalah. Dunia anak adalah dunia bergerak, bereksplorasi, dan mencoba. Aktivitas fisik, rasa ingin tahu yang tinggi, serta ekspresi emosi yang spontan adalah ciri alami proses belajar.

Dalam tahap perkembangan tertentu, anak justru perlu bergerak untuk memahami lingkungannya. Ketika perilaku ini dipotong dengan label negatif, potensi anak bisa terhambat sebelum sempat berkembang.

Sudut Pandang Orang Dewasa

Sering kali, yang perlu disesuaikan bukan perilaku anak, melainkan sudut pandang orang dewasa. Anak yang dianggap “nakal” di satu lingkungan, bisa menjadi anak yang sangat kreatif di lingkungan lain yang lebih memahami kebutuhannya.

Start Understanding: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Menghentikan kebiasaan melabeli anak bukan berarti membiarkan perilaku yang kurang tepat. Namun, pendekatannya perlu berbeda. Mengganti pertanyaan “Kenapa anak ini nakal?” menjadi “Apa yang sedang ia butuhkan?” Melihat perilaku sebagai sinyal, bukan kesalahan.

Penutup : Anak-anak tidak membutuhkan label untuk tumbuh, mereka membutuhkan pemahaman. Ketika orang dewasa berhenti memberi cap dan mulai membuka ruang dialog, anak akan belajar mengenal dirinya dengan lebih sehat.

 

Referensi:

  • Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
  • Santrock, J. W. (2018). Life-Span Development. New York: McGraw-Hill Education.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2022). Profil Pelajar Pancasila.
  • UNICEF. (2021). Child Development and Learning.
  • Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2017). Human Development. New York: McGraw-Hill.

Tulisan Lainnya

No Comments

Tinggalkan Komentar