Info
Sunday, 19 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

RAMADHAN: MOMENTUM KOLABORASI GURU DAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN IMAN ANAK

Wednesday, 4 March 2026 Oleh : admin

Oleh : Lilis Hidayah, S.Pd., Gr
Kepala TK Yaa Bunayya Islamic School Sekip

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillaahil-ladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat, Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang Allah jadikan sebagai madrasah keimanan bagi setiap Muslim. Sebagaimana sabda Muhammad ﷺ, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Nilai iman inilah yang menjadi ruh pendidikan, termasuk dalam mendidik anak usia dini.

Bagi anak TK, Ramadhan bukan tentang kewajiban menahan lapar dan haus, melainkan tentang mengenal Allah, mencintai ibadah, dan merasakan suasana kebaikan. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua. Pendidikan iman tidak bisa berjalan sendiri, ia harus seiring antara rumah dan sekolah.

  1. Orang Tua sebagai Madrasah Pertama

Dalam Islam, rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua adalah teladan utama. Anak belajar bukan dari ceramah panjang, tetapi dari apa yang ia lihat setiap hari. Ketika anak melihat ayahnya berangkat ke masjid, melihat ibunya membaca Al-Qur’an, atau mendengar doa sebelum berbuka, maka nilai iman tertanam secara alami.

Rasulullah ﷺ mencontohkan pendidikan dengan keteladanan. Beliau adalah pribadi yang paling lembut kepada anak-anak. Dalam banyak riwayat disebutkan bagaimana beliau menyapa, mendoakan, bahkan memangku cucunya ketika shalat. Pendidikan iman dibangun dengan kasih sayang, bukan paksaan.

  1. Peran Guru sebagai Penguat Nilai Iman

Di sekolah, guru melanjutkan pondasi yang sudah dibangun di rumah. Ramadhan bisa diisi dengan kegiatan sederhana namun bermakna, seperti:

  • Menghafal doa berbuka
  • Praktik wudhu dan gerakan shalat
  • Kisah para nabi dengan bahasa yang mudah dipahami
  • Program sedekah harian dengan celengan Ramadhan
  • Guru perlu menyampaikan bahwa puasa adalah ibadah yang Allah cintai.
  1. Sinergi yang Sejalan, Bukan Berjalan Sendiri

Kolaborasi berarti komunikasi yang aktif antara guru dan orang tua. Misalnya:

  • Guru menyampaikan target pembiasaan pekanan (doa, adab, sedekah).
  • Orang tua melanjutkan pembiasaan tersebut di rumah.
  • Orang tua memberi laporan sederhana tentang perkembangan anak.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab pendidikan iman ada pada keluarga. Sekolah adalah mitra yang membantu, bukan pengganti peran orang tua.

  1. Ramadhan sebagai Madrasah Karakter

Ramadhan melatih kesabaran, kejujuran, empati, dan kepedulian. Ajarkan anak bahwa ketika ia menahan diri dari makan, ia sedang belajar sabar. Ketika ia berbagi takjil, ia sedang belajar peduli. Ketika ia berdoa sebelum berbuka, ia sedang belajar berharap hanya kepada Allah.

Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Ini menjadi pelajaran penting bagi guru dan orang tua untuk menanamkan semangat berbagi kepada anak sejak dini.

  1. Pendidikan Iman yang Lembut dan Bertahap

Anak usia dini belum dibebani kewajiban syariat, tetapi dikenalkan secara perlahan. Jangan sampai Ramadhan justru menjadi momen anak merasa tertekan atau takut.

Sebaliknya, hadirkan suasana yang menyenangkan: membuat hiasan Ramadhan, berbuka bersama keluarga, mendengar kisah nabi sebelum tidur, atau memberikan apresiasi atas usaha kecil mereka dalam belajar berpuasa.

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menyatukan langkah antara rumah dan sekolah dalam membentuk generasi yang beriman. Ketika guru dan orang tua berjalan seiring, anak akan merasakan pesan yang sama: bahwa ibadah itu indah, Allah itu Maha Pengasih, dan menjadi anak shalih adalah cita-cita mulia.

Semoga Ramadhan tahun ini bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi madrasah iman bagi anak-anak kita. Dengan kolaborasi yang kuat, doa yang tulus, dan keteladanan yang nyata, insyaAllah akan tumbuh generasi kecil yang mencintai Allah dan Rasul-Nya sejak usia dini. Baarakallahu Fiikum.

No Comments

Tinggalkan Komentar