Info
Saturday, 23 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

PERIKSA HATIMU: JANGAN BIARKAN HASAD MERAMPAS MANISNYA IMAN DALAM DADA

Tuesday, 24 February 2026 Oleh : admin

Oleh : Dian Safitri
(Guru TK Yaa Bunayya Islamic School Sako)

Bismillahirrahmanirrahim

“Rasulullah ﷺ pernah memperingatkan bahwa hasad dapat memakan kebaikan layaknya api yang melahap kayu bakar hingga tak bersisa. Bayangkan, ibadah sholat, puasa, dan sedekah yang kita kumpulkan dengan susah payah, bisa hangus begitu saja hanya karena hati yang tidak ridha melihat nikmat Allah pada orang lain. Sebelum amal itu sirna, mari sejenak berhenti dan periksa hati kita: masihkah ada sisa rasa manisnya iman di sana, ataukah sudah mulai hambar karena tertutup debu dengki?”

Apa Itu Hasad?

Hasad adalah berharap hilangnya nikmat Allah pada orang lain. Nikmat ini bisa berupa nikmat harta, kedudukan, ilmu, dan lainnya. Demikian penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 368.

  • Perkataan jumhur ulama di atas diungkapkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah,

الحَسَدُ هُوَ تَمَنَّى زَوَالَ النِّعْمَةِ عَنْ صَاحِبِهَا

“Hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.”

(At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 720)

  • Hasad menurut Ibnu Taimiyah adalah,

الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ

“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasadi.”

(Majmu’ah Al-Fatawa, 10:111).

Mengapa Hasad Merampas Manisnya Iman?

Iman memiliki rasa manis (halawatul iman). Namun, hasad bertindak seperti cuka yang merusak madu. Ada tiga alasan mengapa hasad sangat merusak:

  1. Menentang Ketetapan Allah: Secara tidak langsung, orang yang hasad sedang memprotes pembagian rezeki dari Allah. Ia seolah berkata, “Ya Allah, Engkau salah memberikan nikmat itu kepadanya, seharusnya untukku.”
  2. Melahap Amal Kebaikan: Rasulullah ﷺ bersabda: “Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).
  3. Menghilangkan Ketenangan: Orang yang hasad tidak akan pernah merasa cukup. Ia terlalu sibuk menghitung nikmat di piring orang lain sampai lupa mencicipi hidangan lezat di piringnya sendiri.

Menjaga Hati: Mengubah Hasad Menjadi Maslahat

Islam tidak hanya melarang, tapi juga memberikan solusi agar hati kita kembali bersih. Berikut adalah langkah praktisnya:

1. Perbanyak Doa untuk Saudara Kita

Jika Anda merasa iri pada seseorang, lawanlah dengan mendoakannya. Doakan agar Allah menambah keberkahan baginya. Malaikat akan mengamini doa tersebut dan berkata, “Dan bagimu juga yang serupa.”

2. Sadari Bahwa Rezeki Bukanlah Perlombaan

Dunia ini luas, dan perbendaharaan Allah tidak terbatas. Kesuksesan orang lain tidak akan mengurangi jatah rezeki Anda sedikit pun. Yakini bahwa apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan melewatkanmu.

3. Amalkan “Ghibthah” (Iri yang Dibolehkan)

Alih-alih menginginkan nikmat orang lain hilang, ubahlah menjadi inspirasi. Berkata dalam hati: “Masya Allah, hebat sekali dia bisa bersedekah sebanyak itu. Ya Allah, mudahkanlah hamba agar bisa mengikuti jejak kebaikannya.” Inilah yang disebut Ghibthah, iri yang justru membuahkan pahala.

Yaa ikhwah, iman adalah perhiasan paling berharga dalam dada. Jangan biarkan ia dirampas oleh penyakit hasad yang hanya akan menyisakan kelelahan batin. Mari kita bersihkan hati, luaskan dada, dan syukuri setiap tetes nikmat yang Allah berikan. Karena hati yang bersyukur adalah tempat di mana manisnya iman akan tumbuh subur. Wallahu’alam bisshowwaab.

Sumber :

  • Rumaysho.com

No Comments

Tinggalkan Komentar