Info
Friday, 17 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

PENGARUH ‘MANIS DAN PAHIT’ SI GULA DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Thursday, 18 September 2025 Oleh : admin

Ditulis oleh : Sri Wahyuni, BRMI
Guru TK Sako YBIS

Gula merupakan salah satu zat gizi yang sering dikonsumsi sehari-hari. Rasanya yang manis membuat anak-anak menyukainya. Namun, peran gula dalam perkembangan anak tidak hanya sebatas memberi rasa pada makanan. Gula memiliki manfaat sekaligus risiko, tergantung pada jumlah dan cara konsumsinya.

✅ Peran Positif Gula untuk Pertumbuhan

  1. Sumber Energi Utama
    Gula adalah karbohidrat sederhana yang cepat diubah menjadi glukosa, bahan bakar utama bagi tubuh dan otak. Anak-anak yang sedang aktif bermain dan belajar membutuhkan energi yang cukup agar dapat bergerak dengan lincah dan berkonsentrasi dengan baik.
  2. Mendukung Perkembangan Otak
    Otak anak menghabiskan hampir setengah kebutuhan energi tubuh. Dengan asupan glukosa yang cukup, proses berpikir, daya ingat, dan kemampuan belajar anak bisa berjalan optimal.
  3. Membantu Anak Menerima Makanan
    Sedikit rasa manis dapat membuat makanan sehat seperti buah, sereal, atau yoghurt menjadi lebih disukai anak, sehingga mereka lebih mau mengonsumsi makanan bergizi.

⚠️ Risiko Konsumsi Gula Berlebih

Meski bermanfaat, konsumsi gula yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

  1. Risiko Obesitas
    Asupan gula berlebih meningkatkan kalori total. Jika tidak diimbangi aktivitas fisik, berat badan anak bisa naik terlalu cepat, meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 di masa depan.
  2. Karies Gigi
    Gula memberi “makanan” bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Konsumsi permen, cokelat, atau minuman manis tanpa perawatan gigi yang baik dapat merusak kesehatan gigi anak.
  3. Gangguan Pola Makan
    Terlalu sering memberi makanan manis dapat membuat anak terbiasa dengan rasa manis, sehingga mereka menolak makanan lain yang rasanya kurang manis seperti sayur dan lauk sehat.
  4. Fluktuasi Energi dan Mood
    Gula bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi juga penurunan drastis setelahnya. Akibatnya anak bisa menjadi mudah rewel, sulit fokus, atau lemas.

Rekomendasi Konsumsi Gula

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan pada anak tidak lebih dari 10% total kalori harian, bahkan lebih baik jika kurang dari 5%.
Sebagai gambaran, untuk anak usia 4-6 tahun (dengan kebutuhan energi sekitar 1.400 kalori per hari), jumlah gula tambahan idealnya kurang dari 20-25 gram per hari atau sekitar 4-5 sendok teh.

Tips Praktis untuk Orang Tua:

  • Pilih sumber manis alami seperti buah segar.
  • Batasi minuman manis kemasan, permen, dan kue tinggi gula.
  • Biasakan membaca label gizi pada produk makanan dan minuman.
  • Ajarkan anak untuk menikmati rasa asli makanan, bukan hanya rasa manis.

Kesimpulan

Gula berperan penting sebagai sumber energi dan mendukung perkembangan otak anak, namun konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti obesitas, gigi berlubang, dan gangguan pola makan. Orang tua perlu mengatur asupan gula anak dengan bijak, memilih sumber manis yang sehat, dan membiasakan pola makan seimbang sejak dini agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

No Comments

Tinggalkan Komentar