Info
Tuesday, 06 Oct 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENJADI PRIBADI YANG TERUS BERTUMBUH

Tuesday, 6 October 2026 Oleh : admin

Oleh : Bintang Maharani, S.Si.
Kadiv SDM Yaa Bunayya Islam School Palembang

Bismillahirrahmanirrahim

Belajar, Berbenah, dan Memberikan yang Terbaik dalam Menjalankan Amanah

Menjadi guru dan pegawai di sebuah lembaga pendidikan bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan. Setiap hari kita berhadapan dengan amanah, tanggung jawab, dan kesempatan untuk memberikan manfaat.

Seorang guru bukan hanya mengajar. Ia mendidik, membimbing, menjadi teladan, dan ikut membentuk karakter anak-anak.

Begitu pula seorang pegawai. Meskipun tidak berada langsung di dalam kelas, pekerjaannya turut mendukung terlaksananya proses pendidikan dengan baik.

Karena itu, kita perlu terus bertumbuh.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Dan katakanlah: Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”

(QS. Thaha: 114)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa seorang muslim hendaknya memiliki semangat untuk terus menambah ilmu.


📍 1. Jangan Merasa Sudah Cukup

Salah satu penghambat perkembangan diri adalah merasa bahwa kemampuan kita sudah cukup.

“Saya sudah lama bekerja.”
“Saya sudah berpengalaman.”
“Selama ini juga pekerjaan saya selesai.”

Pengalaman memang penting. Tetapi pengalaman tidak otomatis membuat seseorang terus berkembang.

Justru semakin lama kita berada dalam sebuah pekerjaan, seharusnya semakin banyak hal yang kita pelajari dan semakin baik kualitas diri kita.

Bukan sekadar bertambah lama bekerja, tetapi bertambah baik dalam bekerja.


📍 2. Mulai dari 15 Menit Sehari

Meningkatkan kompetensi tidak harus menunggu ada pelatihan atau seminar.

Mulailah dengan 15 menit setiap hari.

Guru bisa menggunakan waktu tersebut untuk:

  • membaca materi pendidikan;
  • mempelajari metode mengajar;
  • membaca tentang psikologi anak;
  • mempelajari cara menghadapi siswa dengan karakter yang berbeda;
  • mengevaluasi pembelajaran hari itu.

Pegawai dapat:

  • belajar menggunakan aplikasi yang membantu pekerjaan;
  • mempelajari cara membuat administrasi yang lebih rapi;
  • belajar komunikasi pelayanan;
  • mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan bidang kerjanya.

Lima belas menit mungkin terlihat kecil.

Tetapi jika dilakukan setiap hari, kita akan memiliki puluhan jam belajar dalam satu tahun.


📍 3. Belajar dari Kesalahan

Tidak ada manusia yang selalu benar.

Dalam pekerjaan, mungkin kita pernah terlambat menyelesaikan tugas, salah memberikan informasi, kurang tepat berkomunikasi, atau melakukan pekerjaan yang hasilnya belum sesuai harapan.

Jangan berhenti pada kalimat:

“Saya salah.”

Lanjutkan dengan pertanyaan:

“Apa yang harus saya perbaiki agar kesalahan ini tidak terulang?”

Kesalahan yang dievaluasi dapat menjadi ilmu.

Sebaliknya, kesalahan yang tidak pernah dievaluasi hanya akan menjadi kesalahan yang berulang.


📍 4. Jadilah Orang yang Mudah Diberi Masukan

Terkadang kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kekurangan diri sendiri.

Karena itu, kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita melihat apa yang belum kita sadari.

Ketika mendapatkan masukan dari kepala sekolah, atasan, atau rekan kerja, biasakan untuk tidak langsung defensif.

Dengarkan.

Pahami.

Renungkan.

Kemudian tanyakan:

“Apa yang bisa saya perbaiki dari masukan ini?”

Tidak semua kritik harus diterima mentah-mentah, tetapi setiap kritik dapat menjadi bahan untuk melakukan introspeksi.


📍 5. Belajar dari Orang yang Lebih Baik

Jangan malu belajar dari rekan kerja.

Jika ada guru yang lebih bagus dalam mengelola kelas, pelajari caranya.

Jika ada pegawai yang lebih rapi dalam administrasi, tanyakan bagaimana ia bekerja.

Jika ada rekan yang lebih baik dalam berkomunikasi dengan orang tua, perhatikan cara ia berbicara.

Kita tidak kehilangan harga diri ketika belajar dari orang lain.

Justru, orang yang mau belajar dari orang lain adalah orang yang sedang memperbesar kemampuan dirinya.


📍 6. Perbaiki Komunikasi

Kemampuan bekerja tidak hanya diukur dari seberapa banyak tugas yang dapat diselesaikan.

Cara kita berkomunikasi juga sangat menentukan.

Belajarlah:

  • berbicara dengan jelas;
  • mendengarkan sebelum menjawab;
  • tidak mudah menyimpulkan;
  • menjaga adab ketika berbeda pendapat;
  • menyampaikan masalah sekaligus menawarkan solusi;
  • menggunakan bahasa yang baik kepada siapa pun.

Terutama di lembaga pendidikan, komunikasi yang buruk dapat berdampak panjang.

Satu pesan yang tidak jelas dapat menimbulkan salah paham.

Satu ucapan yang tidak tepat dapat melukai hati orang lain.

Karena itu, kompetensi komunikasi adalah bagian dari profesionalisme sekaligus bagian dari akhlak.


📍 7. Jangan Hanya Menunggu Instruksi

Ada perbedaan antara pegawai yang hanya menjalankan perintah dengan pegawai yang memiliki rasa tanggung jawab.

Ketika melihat sesuatu yang kurang baik, jangan selalu menunggu ditegur.

Biasakan bertanya:

“Apa yang bisa saya bantu?”
“Apa yang bisa saya perbaiki?”
“Apakah ada pekerjaan yang belum selesai?”
“Apakah ada cara agar pekerjaan ini menjadi lebih efektif?”

Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya bekerja karena perintah, tetapi karena merasa memiliki amanah.


📍 8. Gunakan Teknologi sebagai Alat untuk Berkembang

Di zaman sekarang, kemampuan menggunakan teknologi sudah menjadi bagian dari kompetensi kerja.

Tidak perlu merasa takut karena belum bisa.

Belajar dari yang sederhana.

Misalnya:

  • membuat dokumen lebih rapi;
  • menggunakan spreadsheet;
  • membuat formulir digital;
  • menggunakan Canva;
  • memanfaatkan AI secara bijak;
  • membuat sistem administrasi yang lebih efektif.

Tidak harus langsung ahli.

Yang penting mau belajar dan mau mencoba.


📍 9. Evaluasi Diri Setiap Pekan

Sediakan waktu sekitar 10 menit setiap akhir pekan.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Ilmu

  • Apa yang saya pelajari minggu ini?

Pekerjaan

  • Apa yang sudah saya kerjakan dengan baik?

Perbaikan

  • Apa yang masih kurang?

Akhlak

  • Apakah komunikasi dan sikap saya sudah baik?

Target

  • Apa satu hal yang ingin saya perbaiki minggu depan?

Tidak perlu memperbaiki sepuluh hal sekaligus.

Cukup satu hal. Tetapi benar-benar diperbaiki.


📍 10. Kompetensi Bukan Hanya Skill, tetapi Juga Sikap

Kita sering menganggap kompetensi hanya tentang kemampuan teknis.

Padahal, seseorang yang kompeten juga memiliki sikap yang baik.

Ia:

  • disiplin;
  • amanah;
  • bertanggung jawab;
  • mau belajar;
  • mampu bekerja sama;
  • menghargai orang lain;
  • menjaga adab;
  • mampu menerima masukan;
  • memiliki inisiatif.

Karena itu, menjadi guru dan pegawai yang baik bukan hanya tentang “bisa bekerja”, tetapi juga tentang “bagaimana kita bekerja.”


Rumus Sederhana untuk Terus Bertumbuh

Kita dapat mengingat lima langkah sederhana:

BELAJAR → PRAKTIK → EVALUASI → PERBAIKI → ULANGI

Belajar sesuatu yang baru.

Kemudian praktikkan dalam pekerjaan.

Setelah itu evaluasi hasilnya.

Temukan apa yang perlu diperbaiki.

Kemudian ulangi kembali dengan cara yang lebih baik.

Jika dilakukan terus-menerus, insya Allah akan terjadi perubahan.

Bukan perubahan yang instan, tetapi perubahan yang bertahap dan nyata.


Menjadi Bagian dari Perubahan

Lembaga yang baik tidak hanya dibangun oleh sistem yang baik.

Lembaga yang baik dibangun oleh orang-orang yang mau terus belajar dan memperbaiki diri.

Jika setiap guru memperbaiki satu hal dalam cara mengajarnya, maka kualitas pembelajaran akan meningkat.

Jika setiap pegawai memperbaiki satu hal dalam pekerjaannya, maka pelayanan akan meningkat.

Jika setiap orang memperbaiki satu hal dalam akhlaknya, maka suasana kerja akan menjadi lebih baik.

Maka jangan menunggu lembaga berubah.

Mari mulai dari diri sendiri.

Jangan menunggu orang lain menjadi lebih profesional.

Mari kita mulai menjadi lebih profesional.

Jangan menunggu orang lain memperbaiki komunikasi.

Mari kita mulai memperbaiki komunikasi kita.

Dan jangan menunggu orang lain belajar.

Mari kita menjadi orang yang terus belajar.

Pada akhirnya, pekerjaan kita bukan hanya tentang gaji, jabatan, atau penilaian manusia.

Ada amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Maka mari kita niatkan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.

Kita berusaha berilmu shahih, agar apa yang kita kerjakan memiliki dasar ilmu.

Kita berusaha beramal shalih, dengan memberikan hasil kerja terbaik.

Dan kita berusaha berakhlak islami, dalam cara kita berinteraksi dengan siswa, orang tua, rekan kerja, dan seluruh bagian dari lembaga.

Tidak harus menjadi sempurna.

Tetapi jangan berhenti bertumbuh.

Hari ini lebih baik dari kemarin.

Besok lebih baik dari hari ini.

Karena menjadi guru dan pegawai yang profesional bukanlah sebuah tujuan yang selesai dalam satu hari.

Ia adalah proses belajar dan memperbaiki diri sepanjang perjalanan.

No Comments

Tinggalkan Komentar