Info
Thursday, 02 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENGENAL ANAK DENGAN NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER (NPD) ANTARA LUKA DAN PENCARIAN DIRI

Wednesday, 8 October 2025 Oleh : admin

OLeh :  Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kadiv. Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)

Istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD) sering kali terdengar menyeramkan, bahkan kerap dilekatkan dengan stigma: “egois”, “manipulatif”, “tidak punya empati”. Namun, jauh di balik itu, anak dengan NPD bukanlah makhluk jahat, mereka adalah pribadi yang sedang bergumul dengan luka dalam diri yang sering kali tidak terlihat.

Apa Itu NPD pada Anak ?

NPD adalah salah satu gangguan kepribadian yang ditandai dengan:

  1. Kebutuhan berlebihan akan kekaguman;
  2. Rasa penting diri yang tinggi;
  3. Kesulitan merasakan empati terhadap orang lain; dan
  4. Sering membesar-besarkan pencapaian atau merasa lebih unggul dari orang lain.

Namun, ketika ini muncul pada anak atau remaja, diagnosisnya harus sangat hati-hati. Mengapa? Karena sebagian perilaku narsistik adalah normal di masa perkembangan remaja. Tetapi, jika sifat-sifat itu ekstrem, menetap, dan merusak hubungan sosial, maka perlu perhatian khusus.

Tanda-tanda anak mungkin mengarah ke pola NPD:

  1. Sangat ingin dipuji dan diakui;
  2. Mudah tersinggung atau marah jika dikritik sedikit saja;
  3. Menganggap dirinya selalu benar dan sulit minta maaf;
  4. Tidak tahan jika merasa kalah atau dibandingkan;
  5. Terlihat percaya diri, tapi sebenarnya rapuh secara emosional; dan
  6. Kesulitan menjaga hubungan sosial karena selalu ingin menang atau dianggap paling penting.

Di Balik NPD,  Ada Luka yang Tak Terlihat

Banyak anak dengan gejala NPD sebenarnya:

  1. Pernah mengalami kurangnya kasih sayang atau perhatian emosional;
  2. Terbiasa hanya dicintai jika berprestasi atau memuaskan harapan orang tua;
  3. Mengalami perlakuan berlebihan (baik terlalu dimanja atau terlalu dikritik); dan
  4. Tidak belajar menerima dirinya apa adanya, hanya “siapa yang bisa mereka tampilkan”.

Dengan kata lain, perilaku narsistik bisa jadi adalah mekanisme pertahanan diri. Anak belajar bahwa untuk dicintai, mereka harus sempurna, menang, dan tak boleh gagal. Mereka takut ditinggalkan, tapi tidak tahu cara sehat untuk membangun koneksi.

 Peran Orang Tua dan Lingkungan

Orang tua atau pendamping anak sangat berperan dalam membantu. Ini beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Berikan kasih sayang tanpa syarat

Anak perlu tahu bahwa mereka dicintai bukan karena nilai atau pencapaian, tapi karena siapa mereka.

  1. Ajarkan empati sejak dini

Libatkan mereka dalam kegiatan yang mengasah kepedulian: mendengarkan teman, berbagi, atau memahami perasaan orang lain.

  1. Ajarkan cara menerima kritik

Bantu anak memahami bahwa kritik bukan ancaman, tapi bagian dari pertumbuhan.

  1. Jangan terlalu cepat memuji atau mengkritik

Pujian yang sehat adalah spesifik, jujur, dan tidak berlebihan. Kritik yang baik disampaikan dengan empati.

  1. Pertimbangkan bantuan profesional

Jika perilaku anak mulai merusak hubungan, memicu konflik, atau membuat mereka menderita secara emosional, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater anak.

Sumber:

Narcissistic Personality Disorder, Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya – Alodokter

Jazilah, N. (2017). Hubungan Antara Kesepian Dengan Ciri-Ciri Narsistik Pada Pelaku Selfie Di Media Sosial.

 

Engkus, E., Hikmat, H., & Saminnurahmat, K. (2017). Perilaku narsis pada media sosial di kalangan remaja dan upaya penanggulangannya. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(2).

No Comments

Tinggalkan Komentar