Oleh : Bpk. Muhammad Donny Agusta, SE, MM
(Direktur YBIS)
“Duh, anakku kalau belajar sebentar aja, langsung maen bola, kadang belajar sambil maen bola. Ngga mau diem um…”
Ummi dan Abiy yang semoga dirahmati Allah. Tidak semua anak bisa duduk manis dan tenang saat belajar.
Ada anak-anak yang tampak selalu bergerak, tak bisa diam, suka bermain bola, melompat, atau memegang apa pun yang ada di dekatnya.
Mereka bukan nakal — mereka adalah anak-anak dengan gaya belajar kinestetik.
Anak kinestetik adalah tipe anak yang belajar paling baik melalui gerak, sentuhan, dan pengalaman langsung.
Mereka sulit fokus hanya dengan mendengar atau melihat, tapi cepat memahami jika bisa melakukan sendiri.
Misalnya, mereka lebih cepat mengerti konsep sains saat melakukan percobaan, bukan sekadar membaca buku.
Ingat: Mereka bukan “anak yang tidak bisa diam”, tapi “anak yang belajar lewat gerak”.
Sering kali orang tua merasa lelah menghadapi anak yang energinya tak habis-habis.
Namun, jika tidak diarahkan dengan bijak, anak kinestetik bisa dianggap “bandel”, padahal mereka hanya butuh ruang untuk menyalurkan energi dan belajar dengan caranya sendiri.
Hindari sering memarahi atau menyuruh anak diam — karena justru bisa menurunkan rasa percaya diri mereka.
Berikut beberapa tips praktis untuk orang tua:
Biarkan anak belajar sambil bergerak. Misalnya:
Prinsipnya: semakin aktif tubuhnya, semakin aktif otaknya bekerja.
Gunakan benda konkret seperti kelereng, balok, kartu warna, atau mainan edukatif.
Anak kinestetik belajar lebih cepat saat bisa menyentuh dan memanipulasi objek.
Setiap 20–30 menit belajar, beri waktu 5–10 menit untuk bergerak.
Misalnya push-up ringan, lompat tali, atau menendang bola sebentar di halaman.
Mini break seperti ini justru membuat anak lebih fokus saat kembali belajar.
Banyak anak kinestetik punya bakat luar biasa di bidang olahraga atau kegiatan lapangan.
Sebagai orang tua, bantu arahkan minatnya dengan cara:
Jangan menekan energi mereka, tapi arahkan menjadi prestasi.
Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda.
Membandingkan anak kinestetik dengan anak yang bisa duduk tenang hanya akan membuat mereka merasa “tidak cukup baik”.
Katakan pada mereka: “Abi dan Umi bangga kamu aktif, yuk kita salurkan energinya dengan cara yang keren.”
Lingkungan yang ramah bagi anak kinestetik adalah lingkungan yang:
Kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting agar pola belajar anak ini didukung di kedua sisi.
Penutup
Anak kinestetik adalah anak yang penuh semangat, kreatif, dan punya energi luar biasa.
Jika diarahkan dengan benar, mereka bisa tumbuh menjadi pemimpin yang gesit, problem solver yang tangguh, dan pribadi yang percaya diri.
“Anak aktif bukan masalah, tapi potensi besar — asalkan kita mendidik dengan cara yang tepat.”
Tinggalkan Komentar