Info
Thursday, 02 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENDIDIK ANAK KINESTETIK: MENGARAHKAN ENERGI JADI PRESTASI

Friday, 24 October 2025 Oleh : admin

Oleh :  Bpk. Muhammad Donny Agusta, SE, MM
(Direktur YBIS)

“Duh, anakku kalau belajar sebentar aja, langsung maen bola, kadang belajar sambil maen bola. Ngga mau diem um…”

Ummi dan Abiy yang semoga dirahmati Allah. Tidak semua anak bisa duduk manis dan tenang saat belajar.
Ada anak-anak yang tampak selalu bergerak, tak bisa diam, suka bermain bola, melompat, atau memegang apa pun yang ada di dekatnya.
Mereka bukan nakal — mereka adalah anak-anak dengan gaya belajar kinestetik.

  1. Siapa Itu Anak Kinestetik?

Anak kinestetik adalah tipe anak yang belajar paling baik melalui gerak, sentuhan, dan pengalaman langsung.
Mereka sulit fokus hanya dengan mendengar atau melihat, tapi cepat memahami jika bisa melakukan sendiri.
Misalnya, mereka lebih cepat mengerti konsep sains saat melakukan percobaan, bukan sekadar membaca buku.

Ingat: Mereka bukan “anak yang tidak bisa diam”, tapi “anak yang belajar lewat gerak”.

  1. Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak Aktif

Sering kali orang tua merasa lelah menghadapi anak yang energinya tak habis-habis.
Namun, jika tidak diarahkan dengan bijak, anak kinestetik bisa dianggap “bandel”, padahal mereka hanya butuh ruang untuk menyalurkan energi dan belajar dengan caranya sendiri.

Hindari sering memarahi atau menyuruh anak diam — karena justru bisa menurunkan rasa percaya diri mereka.

  1. Strategi Mengajar Anak Kinestetik di Rumah

Berikut beberapa tips praktis untuk orang tua:

  1. Belajar dengan Gerakan

Biarkan anak belajar sambil bergerak. Misalnya:

  • Menghafal sambil berjalan atau menepuk tangan.
  • Menghitung sambil melompat atau melempar bola.
  • Belajar huruf dengan menulis di udara.

Prinsipnya: semakin aktif tubuhnya, semakin aktif otaknya bekerja.

  1. Gunakan Media Nyata

Gunakan benda konkret seperti kelereng, balok, kartu warna, atau mainan edukatif.
Anak kinestetik belajar lebih cepat saat bisa menyentuh dan memanipulasi objek.

  1. Selingi dengan Aktivitas Fisik

Setiap 20–30 menit belajar, beri waktu 5–10 menit untuk bergerak.
Misalnya push-up ringan, lompat tali, atau menendang bola sebentar di halaman.

Mini break seperti ini justru membuat anak lebih fokus saat kembali belajar.

  1. Kembangkan Bakat Alaminya

Banyak anak kinestetik punya bakat luar biasa di bidang olahraga atau kegiatan lapangan.
Sebagai orang tua, bantu arahkan minatnya dengan cara:

  • Mendaftarkan ke klub olahraga (futsal, renang, bela diri).
  • Memberi peran aktif di kegiatan sekolah yang membutuhkan gerak.
  • Memberi tanggung jawab kecil di rumah (mengambil galon, bantu menyapu, dll) agar energinya tersalurkan positif.

Jangan menekan energi mereka, tapi arahkan menjadi prestasi.

  1. Hindari Membandingkan dengan Anak Lain

Setiap anak punya gaya belajar yang berbeda.
Membandingkan anak kinestetik dengan anak yang bisa duduk tenang hanya akan membuat mereka merasa “tidak cukup baik”.

Katakan pada mereka: “Abi dan Umi bangga kamu aktif, yuk kita salurkan energinya dengan cara yang keren.”

  1. Jadikan Rumah dan Sekolah Tempat Aman untuk Bergerak

Lingkungan yang ramah bagi anak kinestetik adalah lingkungan yang:

  • Tidak terlalu kaku.
  • Memberi ruang untuk eksplorasi.
  • Menghargai proses belajar melalui aktivitas, bukan hanya nilai.

Kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting agar pola belajar anak ini didukung di kedua sisi.

Penutup

Anak kinestetik adalah anak yang penuh semangat, kreatif, dan punya energi luar biasa.
Jika diarahkan dengan benar, mereka bisa tumbuh menjadi pemimpin yang gesit, problem solver yang tangguh, dan pribadi yang percaya diri.

“Anak aktif bukan masalah, tapi potensi besar — asalkan kita mendidik dengan cara yang tepat.”

No Comments

Tinggalkan Komentar