Penulis : Nurul Hidayah (Guru TK YBIS)
Setiap anak tentunya pernah mengalami keadaan dimana ia menjadi malas belajar baik itu enggan mengerjakan pekerjaan rumah, malas memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran, ataupun sibuk dengan aktivitas lain. Kondisi ini merupakan sebuah tantangan besar bagi para orangtua dan guru dalam mendidik anak.
Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab anak tersebut malas belajar
Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab anak malas belajar :
Ada anak yang suka belajar berhitung, ada pula yang tidak. Ada yang gemar membaca, namun banyak juga yang tidak menyukainya. Itu merupakan hal yang wajar. Setiap anak punya minatnya masing-masing. Alasan anak tidak menyukai bisa dikarenakan pelajarannya terlalu susah, materinya yang membosankan, atau tidak suka dengan guru yang mengajarnya. Tugas orangtua dan guru mencari tahu alasan mana yang paling sesuai dengan anak.
Kecanggihan teknologi di zaman sekarang ada kalanya memang bisa membuat anak malas. Permainan-permainan yang ada di gawai juga bisa membuat mereka lupa waktu bahkan sulit diperintah untuk makan. Oleh karena itu, coba atur jam bermain gadgetnya agar si kecil tak malas belajar lagi dan lebih peduli terhadap sekitar. Batasi ia bermain gadget agar si kecil tidak kecanduan.
Coba lihat apakah jadwal harian sang anak sangat padat? Misalnya, dari pagi hingga siang berada di sekolah. Kemudian dilanjutkan mengikuti bimbingan belajar pada sore hari, dan masih harus mengerjakan tugas di rumah malam harinya?
Jadwal padat seperti ini dapat membuat mereka merasa sangat lelah. Hal inilah yang membuat anak susah fokus, serta lebih ingin cepat-cepat bermain saja atau istirahat.
Lingkungan yang positif akan memengaruhi prestasi akademik anak. Sebaliknya, jika lingkungan baik di rumah atau sekolah kurang kondusif, tidak menutup kemungkinan menyebabkan anak malas belajar.
Oleh karena itu, apabila dirasa anak tidak semangat belajar di rumah, coba lihat kembali suasana ruangan yang digunakan. Bisa saja, ruangan belajar anak tidak nyaman seperti suhu ruangan yang terlalu dingin atau terlalu panas, atau mungkin terlalu berisik dan pencahayaan yang kurang baik.
Tak ketinggalan, gaya belajar yang kurang tepat bisa menjadi penyebab anak malas belajar. Setiap anak memiliki minat masing-masing, termasuk dengan cara belajarnya.
Secara garis besar, ada tiga gaya belajar anak, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.
Orangtua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam hal belajar. Hanya saja, perhatian ini tidak sekadar mengantar dan menjemput anak ke sekolah tanpa menanyakan hal, seperti; “belajar apa saja hari ini?” serta senantiasa mendampinginya, memotivasinya saat mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Dengan hal tersebut dapat membuat anak merasa senang, dan semangat dalam belajar.
Itulah beberapa penyebab anak malas belajar. Untuk mengatasinya, berikut penulis rangkum tips dan trik agar anak semangat belajar.
Dunia anak adalah dunia permainan. Cara memotivasi yang paling mudah bagi orang tua dan guru adalah membiarkan anak melakukan permainan yang mengandung muatan edukasi pembelajaran, tergantung pada usianya. Cara belajar sambil bermain ini akan membuat anak lebih rileks, dan senang ketika belajar.
Dukungan yang dimaksud bukan sekadar memasukkan anak ke lembaga pendidikan terbaik, memenuhi fasilitas, tetapi dukungan moril adalah hal utama yang memberi motivasi tak ternilai yang sangat bekesan bagi anak dan menumbuhkan semangat tersendiri
Sebagai contoh orang tua datang langsung ke sekolah anak untuk menyaksikan kompetisi yang dijalani, mengajak anak jalan-jalan mengikuti kegiatan yang disenangi anak, belajar bersama anak, mengajak anak ngobrol sambil memberikan motivasi dan pemahaman. Tak lupa untuk memperbaiki suasana ruangan belajar anak. Buatlah senyaman mungkin.
Berilah apresiasi yang mendidik. Jika membelikan dalam bentuk barang, pilih jenis barang yang bermanfaat dan memiliki nilai edukatif seperti contoh membelikan alat tulis baru. Jika dalam bentuk aktivitas tetap harus mengedepankan kebutuhan edukasi anak misalnya mengajak anak jalan-jalan ke kebun binatang.
Jangan memaksa anak untuk mencapai hal-hal yang berlebihan. Memberi target nilai dan hasil yang tinggi pada anak yang tidak memiliki kemampuan memadai hanya akan membuat anak stres, takut kepada orang tua dan akhirnya malas belajar.
Ajarkan kepada anak bahwa hal paling penting dalam belajar adalah proses untuk terus belajar dan mencari tahu, soal hasil dan nilai hanyalah efek dari sebuah usaha yang terus menerus.
Demikianlah beberapa hal yang menjadi penyebab anak malas belajar serta solusi mengatasinya. Baik orang tua maupun guru disekolah diharapkan bersama-sama terus berupaya mendukung anak dalam belajar agar anak-anak senantiasa semangat dan dapat mencapai prestasi yang membanggakan.
Sumber : https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparanmom/7-alasan-anak-malas-belajar-1546942941362966627 https://pintek.id/blog/cara-memotivasi-anak/
Tinggalkan Komentar