Oleh : Urmila Sari, S. Psi
(Guru TK Islam Yaa Bunayya Cabang Sekip)
Bismillahirrahmanirrahim
Setiap pagi, anak-anak datang ke sekolah dengan berbagai perasaan. Ada yang datang dengan penuh semangat, ada yang masih malu-malu, bahkan ada yang menangis karena belum siap berpisah dengan orang tuanya. Sebagai guru Taman Kanak-Kanak, momen-momen tersebut mengingatkan kita bahwa anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran, tetapi juga rasa aman dan nyaman saat berada di sekolah.
Dalam psikologi perkembangan, hubungan emosional yang hangat dan penuh rasa aman dikenal dengan istilah kelekatan (attachment). Menurut Bowlby (1988), kelekatan merupakan ikatan emosional yang membantu anak merasa aman sehingga dapat mengeksplorasi lingkungan dan mengembangkan potensinya. Meskipun kelekatan pertama biasanya terbentuk dengan orang tua, guru juga dapat menjadi figur penting yang memberikan rasa aman selama anak berada di sekolah.
Di kelas, saya sering melihat bagaimana perubahan kecil dalam sikap guru dapat memberikan dampak besar bagi anak. Menyambut anak dengan senyuman, menyapa namanya, mendengarkan ceritanya, atau memberikan pelukan yang menenangkan ketika ia sedih dapat membantu anak merasa diterima. Ketika anak merasa nyaman dengan gurunya, mereka lebih mudah mengikuti kegiatan belajar, berinteraksi dengan teman, dan menunjukkan rasa percaya diri.
Anak usia dini belajar melalui hubungan yang mereka bangun dengan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada media atau metode yang digunakan, tetapi juga pada kualitas hubungan antara guru dan anak. Hubungan yang hangat menciptakan lingkungan belajar yang positif, sehingga anak merasa bebas untuk bertanya, mencoba, dan belajar dari kesalahan.
Penelitian menunjukkan bahwa hubungan positif antara guru dan anak berkaitan dengan perkembangan sosial dan emosional yang lebih baik. Anak yang memiliki kedekatan dengan guru cenderung lebih mampu mengelola emosi, bekerja sama dengan teman, dan menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi (García-Rodríguez, Iriarte Redín, & Reparaz Abaitua, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.
Membangun kelekatan tidak memerlukan hal-hal yang rumit. Konsistensi dalam memberikan perhatian, menghargai setiap usaha anak, serta menunjukkan empati terhadap perasaan mereka merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Anak yang merasa dihargai akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian.
Selain itu, kerja sama antara guru dan orang tua sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Komunikasi yang baik akan membantu guru memahami
kebutuhan anak, sementara orang tua dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan anak selama berada di sekolah. Dengan demikian, anak mendapatkan dukungan yang selaras baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.
Sebagai guru Taman Kanak-Kanak, kita memiliki kesempatan istimewa untuk menjadi bagian dari perjalanan awal kehidupan seorang anak. Kehangatan, perhatian, dan kasih sayang yang kita berikan hari ini mungkin akan menjadi kenangan berharga yang membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berempati, dan siap menghadapi masa depan.
Daftar Pustaka
Tinggalkan Komentar