Info
Monday, 28 Sep 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

BERATNYA MEMPERTAHANKAN AGAMA DI TENGAH DAHSYAT FITNAH AKHIR ZAMAN

Monday, 28 September 2026 Oleh : admin

Oleh : Adi Pamungkas, M.Si
(Konsultan Pendidikan Yaa Bunayya Islamic School)
Dinas Pendidikan Kota Palembang

Bismillahirrahmanirrahim

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ»

Dari Anas Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Akan datang kepada manusia suatu masa, orang yang tetap sabar memegang agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”

at-Tirmidzi (no. 2260), Hadis ini juga memiliki syawahid (penguat) dari beberapa jalur riwayat lainnya.

Syarah Hadis

1. Berita Nabi ﷺ tentang Fitnah Akhir Zaman

Hadis ini merupakan salah satu mukjizat kenabian karena Rasulullah ﷺ telah mengabarkan keadaan umat Islam menjelang akhir zaman, yaitu masa ketika mempertahankan agama menjadi sesuatu yang sangat berat.

Bentuk fitnah tersebut meliputi:

  • Fitnah syubhat (kerancuan pemikiran)
  • Fitnah syahwat (godaan hawa nafsu)
  • Tekanan sosial
  • Kemaksiatan yang dianggap biasa
  • Orang saleh dianggap asing

Keadaan tersebut menyebabkan orang yang istiqamah mengalami tekanan dari lingkungan, bahkan terkadang dari keluarga dan sahabat sendiri.

Allah berfirman:

﴿وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ﴾

“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

2. Makna “Menggenggam Bara Api”

Bara api merupakan sesuatu yang secara naluri akan segera dilepaskan karena panasnya.

Perumpamaan ini menunjukkan bahwa:

  • Beratnya menjaga iman
  • Beratnya menjaga sunnah
  • Beratnya meninggalkan maksiat
  • Beratnya mempertahankan akidah di tengah penyimpangan

Imam al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa sebagaimana seseorang hampir tidak mampu memegang bara api, demikian pula orang yang istiqamah hampir tidak sanggup menghadapi beratnya fitnah zaman.

3. Kesabaran yang Dimaksud

Sabar dalam hadis ini mencakup tiga bentuk:

a. Sabar dalam ketaatan

Tetap melaksanakan shalat, menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah.

b. Sabar meninggalkan maksiat

Menolak riba, zina, korupsi, syirik, dan seluruh bentuk kemaksiatan meskipun dianggap biasa oleh masyarakat.

c. Sabar menghadapi ujian

Sabar terhadap ejekan, tekanan, intimidasi, kehilangan jabatan, bahkan pengucilan.

4. Penyebab Beratnya Memegang Agama

Beberapa sebabnya antara lain:

  • Sedikitnya orang yang mengikuti kebenaran.
  • Banyaknya syubhat terhadap agama.
  • Dominasi hawa nafsu.
  • Rusaknya pemahaman agama.
  • Minimnya ulama rabbani.
  • Banyaknya media penyebar kemaksiatan.
  • Tekanan terhadap orang yang istiqamah.

5. Keutamaan Orang yang Tetap Istiqamah

Orang yang tetap berpegang teguh kepada agama pada masa fitnah memperoleh pahala yang sangat besar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ، الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ»

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَجْرُ خَمْسِينَ مِنَّا أَوْ مِنْهُمْ؟

قَالَ: «بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ»

“Sesungguhnya di belakang kalian akan datang hari-hari penuh kesabaran. Bersabar pada masa itu seperti menggenggam bara api. Orang yang beramal pada masa itu memperoleh pahala lima puluh orang dari kalian.”

Mereka bertanya, “Lima puluh dari kami atau dari mereka?”

Beliau menjawab,

“Lima puluh dari kalian.”

(HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

6. Orang yang Istiqamah Menjadi Ghuraba’

Rasulullah ﷺ bersabda:

«بَدَأَ الإِسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»

قِيلَ: مَنْ هُمُ الْغُرَبَاءُ؟

قَالَ: «الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ»

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”

Ditanyakan:

“Siapakah mereka?”

Beliau menjawab:

“Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki ketika manusia telah rusak.”

(HR. Muslim; riwayat penjelas tentang “الذين يصلحون…” terdapat dalam riwayat Ahmad dan selainnya)

7. Solusi Menghadapi Fitnah

Allah berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiaga dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

Fikih Hadis

  1. Wajib berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah meskipun mayoritas manusia menyimpang.
  2. Beratnya menjalankan agama merupakan tanda besarnya fitnah, bukan tanda bahwa agama itu sulit.
  3. Kesabaran adalah senjata utama menghadapi fitnah zaman.
  4. Semakin besar ujian dalam mempertahankan agama, semakin besar pula pahala di sisi Allah.
  5. Tidak boleh mengikuti mayoritas apabila mereka menyelisihi dalil syariat.
  6. Orang yang istiqamah akan tampak asing di tengah masyarakat yang rusak.
  7. Dakwah membutuhkan kesabaran yang panjang dan keteguhan hati.
  8. Menuntut ilmu syar’i menjadi benteng utama menghadapi syubhat.
  9. Memilih lingkungan yang saleh merupakan sebab penting untuk menjaga keistiqamahan.
  10. Seorang mukmin tidak boleh putus asa melihat banyaknya kerusakan, tetapi tetap berusaha memperbaiki sesuai kemampuan.

Hadis ini menjadi dalil bahwa fitnah akhir zaman akan terus meningkat sehingga seorang mukmin harus memperkuat iman, ilmu, amal, dan doa.

Kesabaran yang dipuji bukan sekadar menahan diri, tetapi tetap konsisten menjalankan syariat Allah meskipun harus menghadapi tekanan, celaan, dan pengorbanan.

Hadis-Hadis Lainnya

1. Berpegang Teguh kepada Sunnah

عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»

“Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk. Peganglah ia erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham.”

(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

2. Perintah Istiqamah

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه قَالَ:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ.

قَالَ: «قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ»

“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.”

(HR. Muslim)

3. Beribadah Saat Masa Fitnah

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

«الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ»

“Ibadah pada masa penuh kekacauan (fitnah) seperti berhijrah kepadaku.”

(HR. Muslim)

Hadis-hadis ini saling melengkapi dalam menjelaskan bahwa pada masa fitnah, seorang mukmin dituntut untuk memperkuat ilmu, menjaga istiqamah, bersabar dalam ketaatan, menjauhi maksiat, serta terus berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah meskipun menghadapi berbagai ujian.

Semoga Kita tetap di bawah lindungan dari Allah, Amien.

No Comments

Tinggalkan Komentar