Info
Wednesday, 22 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENYEMAI BENIH TAKWA : PERSIAPAN RAMADHAN BAGI ANAK

Friday, 23 January 2026 Oleh : admin

Oleh : Gita Rachma Yuandini, S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Perjumpaan dengan bulan Ramadhan yang selalu dirindukan akan segera tiba. Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar ritual berpindahnya jam makan, melainkan sebuah “madrasah” atau sekolah mental dan spiritual. Sebagai orang tua dan pendidik, tugas kita adalah membangun kecintaan ananda terhadap bulan yang mulia ini. Berikut adalah langkah-langkah. Berikut adalah beberapa langkah untuk mempersiapkan ananda menyambut Ramadhan :

  1. Kenalkan Makna Melalui Cerita

Anak-anak adalah pendengar yang baik. Alih-alih hanya memberi instruksi “kamu harus puasa”, ceritakanlah tentang indahnya dan keutamaan bulan Ramadhan, malam Lailatul Qadar atau kegembiraan saat berbuka. Gunakan buku cerita atau kisah Nabi agar mereka memahami bahwa puasa adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

  1. Libatkan dalam Persiapan

Ajak anak menghias sudut rumah dengan tema Ramadhan atau membantu menyiapkan menu takjil sederhana. Keterlibatan fisik ini akan menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap hari ibadah yang sedang dijalankan.

  1. Berikan Apresiasi, Bukan Sekadar Hadiah

Berikan pujian yang tulus saat mereka berhasil menahan sabar atau melakukan kebaikan. Fokuslah pada usahanya, bukan hanya pada berapa jam mereka berhasil berpuasa. Ini akan membangun mentalitas bahwa ibadah adalah hal yang menyenangkan.

  1. Melatih Empati dan Kecerdasan Sosial

Ramadhan adalah momen terbaik untuk mengasah rasa peduli. Ajak anak menyisihkan uang jajan mereka untuk kotak amal atau mengajak mereka berbagi takjil kepada tetangga yang membutuhkan. Melalui tindakan nyata ini, anak akan memahami bahwa lapar yang mereka rasakan adalah keseharian bagi orang-orang yang kurang beruntung.

  1. Menjadikan Orang Tua sebagai Role Model

Anak adalah peniru ulung. Jika mereka melihat orang tuanya tetap ceria, produktif, dan rajin membaca Al-Qur’an meski sedang berpuasa, mereka akan menganggap puasa sebagai hal yang positif.

Persiapan yang baik akan menghasilkan pengalaman yang berkesan. Dengan persiapan yang matang dan penuh kasih sayang, kita berharap anak-anak tidak hanya merasakan lapar, tetapi juga merasakan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas mereka.

 

Referensi :

  • Kementerian Agama RI: Panduan Puasa bagi Anak dan Remaja.

No Comments

Tinggalkan Komentar