Oleh : Urmila Sari, S. Psi
(Guru TK Islam Yaa Bunayya Cabang Sekip)
Bismillahirrahmanirrahim
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberikan perubahan besar dalam proses belajar anak. Anak yang sebelumnya terbiasa belajar di sekolah bersama guru dan teman harus beradaptasi dengan suasana belajar dari rumah. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi kegiatan akademik, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak.
Selama PJJ, sebagian anak dapat mengalami kejenuhan, kesulitan berkonsentrasi, berkurangnya motivasi belajar, serta keterbatasan interaksi sosial. UNICEF (2022) menjelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh perlu memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial anak, bukan hanya keberlangsungan pembelajaran akademik.
Kondisi psikologis anak juga berkaitan dengan situasi yang dialami orang tua. Orang tua yang mendampingi anak belajar dari rumah dapat mengalami tekanan karena harus membagi waktu antara pekerjaan, rumah tangga, dan pendampingan belajar. American Psychological Association (2020) melaporkan bahwa pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu sumber stres yang cukup signifikan bagi banyak orang tua selama masa pandemi.
Penelitian Musila dkk. (2023) terhadap 384 orang tua di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres dalam mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan PJJ tidak hanya membutuhkan kesiapan teknologi, tetapi juga kesiapan psikologis anak, orang tua, dan guru.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru dan orang tua perlu memberikan dukungan yang positif. Anak membutuhkan suasana belajar yang nyaman, jadwal yang teratur, waktu istirahat yang cukup, serta kesempatan untuk bermain dan berinteraksi. Guru juga dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar anak tidak mudah merasa bosan.
Yang tidak kalah penting, orang tua dan guru perlu menghindari membandingkan kemampuan seorang anak dengan anak lainnya. Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Memberikan apresiasi terhadap usaha anak dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajarnya.
Dengan demikian, PJJ sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Kondisi emosional dan psikologis anak juga perlu menjadi perhatian. Ketika anak merasa aman, dihargai, dan didukung, proses pembelajaran akan menjadi lebih positif dan bermakna.
Sumber :
Tinggalkan Komentar