Oleh : Ayu Alawiya Harmayanti, M.Pd.
(Guru SMP Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du.
Yaa Ummah wa Abah, Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bagi mereka anak adalah anugerah yang harus dirawat dan dijaga dengan baik. Ketauhilah pada artikel sebelumnya telah penulis bahas betapa pentingnya peran kita sebagai orang tua dalam proses perkembangan pendidikan yang sedang dijalani oleh anak kita. Dengan kita berperan aktif dalam proses pembelajaran anak dirumah percayalah hal itu tidak hanya bermanfaat untuk anak, melainkan banyak manfaat yang dapat kita rasakan sebagai orang tua, beberapa diantaranya yaitu:
Ikatan emosional atau biasa disebut juga bonding merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak. Ini adalah salah cara untuk membangun hubungan yang kuat, saling percaya, dan penuh kasih sayang. Bonding terjadi melalui interaksi positif, perhatian, perawatan, dan komunikasi yang konstan antara orang tua dan anak. Ini melibatkan peluang untuk bermain bersama, berbicara, mendengarkan, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. Dengan demikian anak dan orang tua akan terikat satu sama lain sehingga orang tua bisa menjadi sahabat bagi anak.
Dengan berperannya orang tua dalam pembelajaran anak dirumah maka akan timbul-lah Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangatlah penting agar hubungan yang terjalin di dalam keluarga semakin harmonis, hangat, dan akrab. Tentu sebagai orang tua tidak ingin anak-anak menjadi pembangkang dan tidak patuh.
Mendampingi anak belajar merupakan salah satu cara kita untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak , hal ini dapat membantu orang tua untuk memahami cara terbaik untuk mendukung perkembangan anak. Orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat dan membantu anak untuk mencapai potensi maksimalnya. Hal ini dapat meningkatkan hubungan orang tua dan anak serta membantu anak merasa lebih dihargai dan dicintai.
Salah satu yang termasuk amal jariyah adalah mendidik anak, mengajarkan adab yang baik pada mereka, mendidik mereka menjadi bertakwa dan shalih. Anak shalih inilah yang nanti akan bermanfaat untuk orang tua, akan memberikan kebaikan serta mendoakan ampunan dan rahmat pada orang tuanya. Itulah yang akan menjadi manfaat bagi mayit di kuburnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila seseorang sudah meninggal maka seluruh amalannya terputus kecuali dari tiga perkara (yaitu) dari sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendo’akannya”.
Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak serta berusaha maksimal membesarkan mereka dalam ketaqwaan dan kebaikan. Sehingga diharapkan, mereka akan menjadi anak-anak yang berbakti dan shalih, yang mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua mereka, dan memohonkan rahmat serta ampunan buat kedua mereka. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa sesungguhnya ini termasuk hal-hal yang masih bermanfaat bagi seseorang meski ia sudah menjadi mayit.
Ummah wa Abah Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung, yang memiliki amal jariyah agar dapat menjadi bekal kita diakhirat kelak. Allahumma aamiin
Barakallahu fiikum.
Referensi:
Tinggalkan Komentar