Info
Tuesday, 03 Nov 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

ADAB HACKS FOR KIDS

Tuesday, 3 November 2026 Oleh : admin

Oleh : Lilis Hidayah, S.Pd., Gr
(Kepala TK Yaa Bunayya Islamic School Sekip)

Bismillahirrahmanirrahim

“Salam First! Membiasakan Anak Mengucapkan Salam, Kebiasaan Kecil yang Penuh Makna”

Pernahkah kita menjumpai anak yang langsung masuk rumah tanpa mengucapkan salam, datang ke sekolah tanpa menyapa guru, atau bertemu orang lain tanpa memberikan sapaan? Hal sederhana seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi sesungguhnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan adab anak sejak usia dini.

Di tengah kesibukan orang tua dan perkembangan zaman, pendidikan anak sering kali lebih berfokus pada kemampuan akademik, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, ada hal mendasar yang tidak boleh terabaikan, yaitu pembiasaan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu adab sederhana yang perlu ditanamkan sejak dini adalah mengucapkan salam. Dalam Islam, salam bukan sekadar sapaan, melainkan doa yang mengandung harapan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagi orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nur ayat 61:

“Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya).”

Lantas, bagaimana cara membiasakan anak mengucapkan salam tanpa harus terus-menerus diperintah?

 

5 Salam Hacks yang Bisa Dicoba di Rumah

 

  1. Be a Role Model (Jadilah Teladan)

Anak adalah peniru ulung. Biasakan ayah dan ibu mengucapkan salam ketika masuk rumah, bertemu anggota keluarga, maupun berpamitan. Ingat, anak lebih mudah meniru tindakan daripada sekadar mendengarkan nasihat.

  1. Make It a Daily Routine (Jadikan Kebiasaan)

Bangun rutinitas mengucapkan salam ketika masuk rumah, datang ke sekolah, bertemu guru, dan berpamitan. Pengulangan akan membantu anak mengingat dan melakukannya secara mandiri.

  1. Respond with Love (Sambut dengan Hangat)

Ketika anak mengucapkan salam, jawablah dengan senyum dan suara yang menyenangkan. Berikan respons positif agar anak merasa dihargai dan semakin bersemangat mengulangi kebiasaan baik tersebut.

  1. Let’s Play! (Belajar Melalui Permainan)

Ajak anak bermain peran menjadi tamu dan tuan rumah. Latih anak mengetuk pintu, mengucapkan salam, dan menunggu jawaban sebelum masuk. Belajar melalui permainan membuat pembiasaan terasa menyenangkan.

  1. Appreciate Every Little Progress (Hargai Setiap Proses)

Berikan apresiasi ketika anak berinisiatif mengucapkan salam tanpa diingatkan. Ucapan sederhana seperti, “Masyaallah, hari ini sudah ingat mengucapkan salam sendiri,” dapat menjadi motivasi yang bermakna.

Membentuk adab tidak dapat dilakukan secara instan. Anak membutuhkan keteladanan, pengulangan, kesabaran, dan lingkungan yang mendukung. Jangan mudah kecewa ketika anak masih sering lupa, karena kita sedang membangun kebiasaan baik yang akan menjadi bekal kehidupannya.

Pendidikan adab harus berjalan beriringan antara rumah dan sekolah. Guru membiasakan salam melalui kegiatan penyambutan pagi, sedangkan orang tua menguatkannya melalui rutinitas di rumah.

Jangan menunggu anak tumbuh besar untuk mengenalkan adab. Sebab, pendidikan karakter justru dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Salam adalah kebiasaan sederhana, tetapi insyaallah menjadi salah satu langkah awal membentuk generasi yang santun, berakhlak mulia, dan mencintai sunnah Rasulullah ﷺ.

No Comments

Tinggalkan Komentar