Oleh: Alpiah,S.Pd., Gr
(Guru TK Yaa Bunayya Islamic School Pusat Sako)
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, wa shalaatu’ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in
Kita sering bilang ke anak: “Nak, shalat ya”, “Jangan bohong”, “Tutup aurat”. Tapi anak kita lebih cepat meniru apa yang kita lakukan daripada apa yang kita ucapkan.
“Anak akan selalu mencontoh perbuatan orang tuanya”
Anak yang selalu melihat orang tuanya shalat malam, rela meninggalkan kasur empuk untuk menghadap Allah dengan harap-cemas, pasti akan bertanya-tanya dalam hatinya: “Kenapa Ayah menangis? Kenapa harus shalat dan rela meninggalkan kasur?” Pertanyaan itu akan terus dipikirkannya. Dengan izin Allah, pasti dia akan meneladani semacam ini. Begitu juga anak putri yang melihat ibunya menutup aurat, penuh rasa malu, menjaga kehormatan. Putrinya pasti akan mencontoh sifat mulia ini. Sebaliknya, ibu yang sering buka aurat, pakai ketat, salaman dengan lawan jenis, anaknya juga pasti meneladani tingkah laku itu.
Syaikh Musthofa Al-‘Adawi yang dikutip Rumaysho mengingatkan: Jika orang tua sudah mengingkari janji pada anaknya, hilanglah kepercayaan anak pada orang tua. Apalagi kalau orang tua sampai mengajarkan langsung untuk bohong, misalnya bilang ke anak “Beritahu saja bapak tidak ada di rumah”. Ini termasuk dosa dan telah mendidik anak untuk berbohong tanpa orang tua sadari 4cf9
Rasulullah ﷺ bersabda: “Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena kejujuran mengantarkan pada kebaikan… Hati-hatilah dari dusta, karena dusta mengantarkan pada kejahatan”. Anak belajar jujur bukan dari ceramah, tapi dari kita yang menepati janji.
Allah perintahkan: “Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika umur 7 tahun”. Tapi memerintahkan shalat tentu orang tua mesti memberi contoh melaksanakan shalat terlebih dahulu. Begitu juga untuk jadi qurrota a’yun alias penyejuk mata, anak mesti dipersiapkan oleh orang tua dengan pendidikan yang baik. Didikan terbaik adalah dari teladan orang tua itu sendiri.
Oleh karena itu, senantiasalah kita selaku ayah dan ibu untuk bertakwa pada Allah demi kebaikan anak-anak kita. Hendaklah kita selalu memberi contoh yang baik pada mereka. Berilah teladan pada anak-anak kita dengan akhlak yang mulia, sifat yang indah. Hendaklah orang tua selalu berpegang teguh dengan agama ini, berpegang teguh dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Kesimpulan:
Anak tidak akan jadi seperti yang kita katakan. Mereka akan jadi seperti yang kita hidupi. Rumah yang penuh shalat, dzikir, kata baik, dan adab, akan melahirkan anak yang shalih/shalihah. Karena teladan lebih nyaring daripada ceramah.
Sumber:
Tinggalkan Komentar