Info
Saturday, 23 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENUMBUHKAN GRIT PADA ANAK

Wednesday, 5 November 2025 Oleh : admin

Penulis: Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kepala Devisi Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)

 Grit adalah gabungan antara semangat (passion) dan ketekunan (perseverance) dalam mencapai tujuan jangka panjang. Istilah ini diperkenalkan oleh Angela Duckworth, seorang psikolog dari University of Pennsylvania, yang meneliti mengapa sebagian anak mampu bertahan dan berhasil, sementara yang lain mudah menyerah meski sama-sama cerdas. Duckworth menjelaskan bahwa grit lebih berpengaruh daripada IQ atau bakat dalam menentukan kesuksesan. Anak dengan grit tinggi tetap berusaha meski menghadapi kegagalan, kebosanan, atau rintangan. Grit bukan sifat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih sejak dini. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tekun, dan memiliki arah hidup jelas. Kesuksesan bukan milik yang paling pintar, tapi milik mereka yang paling gigih.

Mengapa Grit Penting bagi Anak?

  1. Membangun daya tahan mental (resilience), anak belajar bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses belajar.
  2. Meningkatkan fokus dan konsistensi, anak tidak mudah berpindah minat atau menyerah ketika sesuatu terasa sulit.
  3. Mendorong motivasi internal, anak dengan grit tidak hanya bekerja keras karena disuruh, tetapi karena memiliki dorongan dari dalam diri.
  4. Membentuk kebiasaan belajar mandiri (self-regulated learning), anak belajar mengatur waktu, menetapkan target, dan mengevaluasi usahanya sendiri.

Ciri-ciri Anak yang Memiliki Grit

  1. Tidak mudah putus asa meski nilainya kurang baik;
  2. Mau mencoba kembali setelah gagal;
  3. Memiliki tujuan jelas dan mau berusaha mencapainya;
  4. Suka tantangan dan tidak takut melakukan hal baru; dan
  5. Konsisten berlatih, meski hasil belum langsung terlihat.

Cara Menumbuhkan Grit pada Anak

  1. Berikan tantangan yang sesuai kemampuan (zone of proximal development)

Tantangan yang terlalu mudah membuat anak bosan, sedangkan yang terlalu sulit membuat anak menyerah. Ciptakan tantangan yang menantang tapi masih bisa dicapai.

  1. Biasakan anak menghadapi kegagalan

Jangan langsung menolong ketika anak kesulitan. Bantu mereka memahami bahwa gagal bukan berarti tidak mampu, tapi berarti belum berhasil.

  1. Berikan pujian pada usaha, bukan hanya hasil

Alih-alih berkata “Kamu pintar”, katakan “Kamu hebat karena terus berusaha”.Ini menanamkan growth mindset, bahwa kemampuan bisa dikembangkan melalui latihan

  1. Bangun rutinitas dan tanggung jawab kecil

Misalnya menyelesaikan tugas rumah, menjaga barang sendiri, atau berlatih setiap hari. Disiplin kecil melatih otot ketekunan.

  1. Jadilah teladan grit bagi anak

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Tunjukkan bagaimana orang dewasa juga menghadapi tantangan dengan tenang dan konsisten.

Hubungan Grit dengan Self-Regulated Learning (SRL)

Grit dan Self-Regulated Learning (SRL) saling mendukung. Anak dengan grit tinggi cenderung mampu mengatur strategi belajar, memotivasi diri, dan menilai hasil usahanya. Sementara SRL membantu anak mengelola proses belajar secara sadar, yang pada akhirnya memperkuat grit karena anak tahu bagaimana mengatasi kesulitan. Contoh anak yang gagal dalam ujian tidak langsung menyerah, tetapi mencari tahu bagian mana yang belum ia pahami dan memperbaikinya.

Referensi

Duckworth, A. (2016). Grit: The power of passion and perseverance.

Dweck, C. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random House.

OECD (2019). Learning Compass 2030 – Student Agency and Resilience.

No Comments

Tinggalkan Komentar