Info
Saturday, 23 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

CARA MENGHADAPI REKAN KERJA YANG KURANG INISIATIF : STRATEGI EFEKTIF UNTUK MENJAGA PRODUKTIVITAS TIM

Thursday, 16 October 2025 Oleh : admin

Oleh : Teratai Sridewi, S.Pd.
(Guru SD YBIS)

Dalam dunia pendidikan, nilai seringkali dijadikan tolok ukur utama kesuksesan seorang anak. Tidak sedikit orang tua yang merasa bangga ketika anak mereka memperoleh nilai sempurna, dan sebaliknya merasa kecewa saat hasilnya tidak sesuai harapan. Namun, terlalu fokus pada angka tanpa memperhatikan proses belajar anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik secara psikologis maupun dalam jangka panjang terhadap karakter dan motivasi anak.

  1. Pahami Akar Permasalahannya

Sebelum menilai, cobalah memahami mengapa rekan Anda tampak tidak inisiatif. Beberapa penyebab umum antara lain:

  • Tidak percaya diri atau takut melakukan kesalahan.
  • Tidak memahami peran dan ekspektasi yang diharapkan.
  • Merasa tidak dihargai atau tidak dilibatkan dalam keputusan tim.
  • Beban kerja pribadi yang sebenarnya berat tapi tidak terlihat.

Tips:

Alih-alih langsung mengkritik, lakukan pendekatan pribadi. Tanyakan bagaimana kabarnya atau apakah ia mengalami kesulitan dalam tugas tertentu.

  1. Gunakan Komunikasi yang Asertif

Daripada menyindir atau membicarakan di belakang, sampaikan keprihatinan Anda secara langsung dan profesional. Gunakan teknik komunikasi asertif:

  • Fokus pada fakta, bukan asumsi.

“Saya perhatikan kamu jarang ikut menyumbang ide saat rapat. Ada yang bisa saya bantu?”

  • Hindari nada menggurui.

Gunakan nada kolaboratif agar tidak membuatnya defensif.

  1. Tetapkan Peran dan Harapan Secara Jelas

Kadang, rekan kerja kurang inisiatif karena tidak tahu apa yang diharapkan darinya. Pastikan ada kejelasan dalam:

  • Tanggung jawab peran.
  • Deadline dan target kerja.
  • Mekanisme pelaporan atau pembagian tugas.

Tips:

Gunakan tools manajemen kerja seperti Trello, Asana, atau Notion untuk memvisualisasikan peran dan tanggung jawab secara transparan.

  1. Beri Kesempatan untuk Berkontribusi

Terkadang, rekan kerja hanya butuh dorongan atau ruang untuk berbicara. Saat rapat atau diskusi, beri waktu khusus untuk mendengar pendapatnya:

“Bagaimana menurut kamu, ada saran atau sudut pandang lain?”

Langkah ini menunjukkan bahwa kontribusinya penting, dan bisa meningkatkan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.

  1. Jangan Memikul Semua Sendiri

Jika Anda terus menutupi kekurangan rekan yang pasif, lama-kelamaan beban akan menumpuk pada Anda sendiri. Jaga keseimbangan dengan:

  • Mendelegasikan tugas yang jelas.
  • Memberi tanggung jawab penuh atas bagian tertentu.
  • Tidak menyelamatkan terus-menerus jika ia tidak memenuhi tugas.
  1. Libatkan Atasan Jika Diperlukan

Jika semua pendekatan sudah dicoba namun tidak membuahkan hasil, Anda bisa berdiskusi dengan atasan secara objektif. Fokuskan laporan pada dampak kerja tim, bukan menyalahkan pribadi.

“Saya khawatir progres tim terhambat karena pembagian tugas belum seimbang. Saya berharap kita bisa temukan solusi bersama.”

Kesimpulan
Menghadapi rekan kerja yang kurang inisiatif membutuhkan kesabaran, komunikasi yang baik, dan pendekatan profesional. Alih-alih langsung mengkritik, penting untuk memahami konteks, memberi kesempatan, serta menetapkan batas dan ekspektasi yang jelas. Ingat, tujuan utama adalah membangun tim yang sehat dan produktif—bukan mencari kambing hitam, tetapi menciptakan solusi bersama.

Sumber : Harvard Business Review (HBR). When You’re Stuck Working with Someone Who Isn’t Pulling Their Weight (2021).

No Comments

Tinggalkan Komentar