Oleh : Samsuri Riyanto, S. E., Gr
Kepala SMP Islam Yaa Bunayya Palembang
Bismillahirrahmanirrahim
Seorang guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya, guru dituntut untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan berkembang. Salah satu sikap yang perlu dihindari adalah merasa sudah paling benar dan berhenti belajar. Sikap ini dapat menghambat perkembangan profesional seorang guru serta berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.
Perasaan “paling benar” sering kali muncul dari pengalaman mengajar yang sudah lama. Guru yang telah bertahun-tahun mengajar mungkin merasa bahwa metode yang digunakan sudah cukup efektif. Namun, dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Jika guru tidak mau membuka diri terhadap hal baru, maka pembelajaran yang diberikan bisa menjadi kurang relevan.
Selain itu, sikap berhenti belajar juga bertentangan dengan konsep guru sebagai pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Guru seharusnya menjadi teladan bagi siswa dalam hal semangat belajar. Jika guru sendiri tidak menunjukkan keinginan untuk terus belajar, maka sulit bagi siswa untuk memiliki motivasi belajar yang tinggi. Oleh karena itu, guru perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
Dampak lain dari merasa paling benar adalah menutup diri terhadap kritik dan masukan. Padahal, kritik yang membangun sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri. Guru yang terbuka terhadap masukan akan lebih mudah melakukan refleksi dan perbaikan dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, guru yang menolak kritik cenderung stagnan dan sulit berkembang.
Perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Di era digital saat ini, banyak sumber belajar yang dapat diakses dengan mudah oleh siswa. Jika guru tidak mengikuti perkembangan tersebut, maka perannya sebagai sumber belajar utama bisa tergeser. Guru perlu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif.
Selain itu, perubahan kurikulum menuntut guru untuk terus beradaptasi. Kurikulum yang berlaku saat ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, keterampilan berpikir kritis, dan penguatan karakter. Guru yang merasa sudah paling benar cenderung sulit menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Padahal, kemampuan beradaptasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh guru.
Sikap rendah hati menjadi kunci agar guru tidak terjebak dalam perasaan paling benar. Dengan rendah hati, guru akan menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang dan tidak ada yang mengetahui segalanya. Sikap ini akan mendorong guru untuk terus belajar, baik melalui pelatihan, membaca, diskusi dengan rekan sejawat, maupun refleksi diri.
Lingkungan sekolah juga berperan dalam membentuk budaya belajar bagi guru. Sekolah yang mendukung pengembangan profesional guru akan mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Kegiatan seperti workshop, seminar, dan komunitas belajar guru dapat menjadi sarana untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Pada akhirnya, guru yang terus belajar akan mampu memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas kepada siswa. Mereka dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa, memanfaatkan teknologi dengan baik, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini tentu akan berdampak positif pada hasil belajar siswa.
Dengan demikian, sikap merasa sudah paling benar dan berhenti belajar merupakan hal yang harus dihindari oleh seorang guru. Guru perlu terus mengembangkan diri, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Dengan sikap tersebut, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar sejati yang mampu menginspirasi peserta didiknya.
Sumber Referensi
Tinggalkan Komentar