Oleh : Nadya Rizma Harianda, S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Menghadapi anak yang malas belajar sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua maupun guru. Pada rentang usia ini, anak-anak cenderung lebih menyukai aktivitas bermain dan belum sepenuhnya memahami pentingnya belajar secara mandiri.
Rasa malas ini bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari kelelahan, materi pelajaran yang dirasa sulit, hingga distraksi dari lingkungan sekitar seperti televisi atau gawai (gadget). Memarahi anak secara berlebihan saat mereka malas bukanlah solusi yang ideal. Sebaliknya, pendekatan yang penuh kasih sayang dan kesabaran jauh lebih efektif. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Memperbanyak Doa dan Berlindung dari Sifat Malas
Langkah pertama dan yang paling utama sebagai seorang muslim adalah dengan memperbanyak doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari sifat malas. Orang tua dapat mengajarkan dan membiasakan anak membaca doa berlindung dari kemalasan. Dengan bersandar kepada Allah Ta’ala, kita memohon agar hati anak dilembutkan dan diberikan semangat dalam menuntut ilmu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari sifat malas. Orang tua dapat mengajarkan anak doa berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian). (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)
2. Menciptakan Suasana Belajar yang Kondusif
Pastikan tempat anak belajar memiliki pencahayaan yang cukup dan jauh dari gangguan kebisingan. Selain itu, usahakan untuk menemani mereka saat sedang belajar. Kehadiran orang tua yang mendampingi dan siap membantu saat anak mengalami kesulitan akan memberikan rasa aman serta sangat ampuh dalam meningkatkan motivasi belajar anak.
3. Membatasi Penggunaan Gawai (Screen Time)
Di era digital saat ini, hiburan instan dari gawai sering kali menjadi penyebab utama menurunnya minat belajar anak. Buatlah jadwal harian yang disepakati bersama untuk menentukan kapan waktu bermain, waktu istirahat, dan waktu belajar. Konsistensi orang tua dalam menegakkan aturan pembatasan gawai ini sangat penting agar anak belajar disiplin.
4. Memberikan Apresiasi dan Dukungan Positif
Berikan apresiasi atas setiap usaha yang anak lakukan. Sebuah pujian yang tulus ketika anak mau mulai membuka buku pelajaran atau berhasil menyelesaikan tugas sekolahnya akan menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Apresiasi tidak harus selalu berupa hadiah materi; pelukan, senyuman, atau kalimat penyemangat sudah sangat berarti bagi anak.
Mendidik dan mengatasi kemalasan anak memang membutuhkan proses, ketelatenan, dan kesabaran ekstra. Dengan pendekatan yang tepat serta iringan doa yang tidak pernah putus dari orang tua, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pembelajar yang tangguh.
Sumber:
Tinggalkan Komentar