Oleh : Adelia Intan Rahmaniar, S.I.Kom
Guru TK Sako Yaa Bunayya Islamic School
Bismillahirrahmanirrahim
Berbukalah dengan yang manis” adalah ungkapan populer di Indonesia, seringkali disalahartikan sebagai hadis, padahal asalnya dari tagline iklan teh kemasan sejak tahun 90-an. Secara sunnah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wassalaam menganjurkan berbuka dengan kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau air putih. Pilihan manis yang sehat sebaiknya alami, seperti buah atau kurma, bukan gula berlebih.
Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud no.2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Maka kurang tepat mendahulukan makanan atau minuman lain sebelum kurma atau air putih. Bukan berarti tidak boleh, namun perbuatan demikian kurang meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka.
Dan perlu diketahui, sama sekali tidak ada hadits “berbukalah dengan yang manis” atau yang semakna dengannya.
Makanan yang dianjurkan saat berpuasa untuk menjaga berat badan tetap rendah kalori adalah yang kaya serat, tinggi protein, dan tinggi air. Tetap membatasi porsi, menghindari gorengan/manis berlebih
Tubuh tetap memerlukan makanan sehat, sehingga tetap perlu memerhatikan pola makan yang baik pada bulan Ramadan. Sebenarnya pola makan selama bulan ini tidak terlalu berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Yang penting adalah tetap menjaga keseimbangan nutrisi dari asupan makanan dan cairan selama bulan puasa.
Ada beberapa makanan yang yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama puasa, yaitu:
1. Buah
Konsumsilah buah kurma atau jus buah saat berbuka puasa sebagai salah satu pilihan yang sehat. Hindari makanan yang terlalu manis untuk menghindari lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
2. Makanan sehat
Makan setelah berbuka puasa harus tetap mengedepankan pola makan yang seimbang seperti buah dan sayur, roti atau nasi, ikan atau daging, susu dan produk olahannya, serta sedikit makanan mengandung lemak dan gula.
3. Air putih
Penting untuk memperbanyak asupan air untuk mengembalikan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi.
4. Tips Makan Pada saat Puasa
Ada beberapa tips yang berguna untuk diterapkan ketika sedang berpuasa, agar puasa lancar dan tetap sehat. Tips-tips tersebut adalah:
5. Jangan melewatkan makan sahur
Waktu makan tidak kalah penting dibandingkan makan malam setelah berbuka puasa. Sahur saat berpuasa sangatlah penting. Makan di saat sahur akan mempersiapkan tubuh dengan energi dan gizi yang cukup hingga saat berbuka. Ketika tidak sahur, maka jam puasa akan semakin lama yang dapat menyebabkan dehidrasi dan lelah di siang hari.
6. Pilih karbohidrat kompleks
Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah makanan yang tidak mudah diurai sehingga melepaskan energi perlahan-lahan yang sangat baik saat tubuh berpuasa.
7. Tidak berlebihan
Hindari mengonsumsi makanan atau minuman berlebihan selama bulan Ramadan. Sebab, asupan makanan yang diperlukan selama bulan puasa tidak berbeda dari asupan makanan pada saat tidak puasa.Tetap terapkan pola makan sehat dan seimbang untuk memperoleh manfaat terbaik dari puasa.
Sumber :
Tinggalkan Komentar