Oleh : Fajar Selawati, M.Pd. Gr.
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)
Bismillahirrahmanirrahim
Zaman terus berubah. Teknologi maju, gaya hidup berganti, media sosial jadi keseharian. Tapi satu hal yang tidak berubah: Islam adalah agama yang sempurna dan berlaku untuk sepanjang masa. Allah Ta’ala berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3 ) Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Inilah nikmat Allah terbesar bagi umat ini di mana Allah telah menyempurnakan agama mereka, sehingga mereka pun tidak lagi membutuhkan agama lain selain agama ini”.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga berkata: “Allah telah menyempurnakan islam, sehingga mereka tidak perlu lagi menambah ajaran Rasul –selamanya-”
Di era informasi yang serba cepat, banyak pemikiran baru bermunculan. Maka pegangan utama umat Islam harus jelas.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku telah tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selamanya jika berpegang teguh dengan keduanya yaitu: Al Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam” .
Islam yang hakiki adalah Islam yang mengikuti Al Qur’an dan Hadits berdasarkan pemahaman para sahabat. Karena merekalah yang paling paham maksud wahyu.
Tantangan modern: Menambah-nambah ibadah atau mengurangi syariat dengan alasan “kontekstual”.
Imam Malik rahimahullah mengingatkan: “Barangsiapa membuat bid’ah dalam Islam dan menganggapnya baik, maka sungguh ia telah menuduh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhianati risalah”.
Karena Allah sudah berfirman: “Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu”.
KARAKTER MUSLIM MODERN SESUAI HADITS
Semangat Belajar dan Bergaul dengan Orang Shalih Di zaman digital, pengaruh pertemanan sangat besar. Nabi mengingatkan:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ
“Permisalan teman yang baik dan teman yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Dari penjual minyak wangi kamu bisa dapat minyaknya atau minimal baunya. Dari pandai besi, bisa badanmu terbakar atau minimal dapat bau tidak enak”.
Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang yang merusak agama dan dunia, dan dorongan bergaul dengan orang yang memberi manfaat”.
Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengilapkan hati”.
Qana’ah: Solusi Hadapi Gaya Hidup Konsumtif
Modern = banyak iklan, banyak utang, banyak gaya. Islam ajarkan qana’ah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa:
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘af–menjaga diri dari haram–, dan ghina’–hati yang selalu merasa cukup”. Sifat qana’ah membuat kita tidak mudah berutang dan hidup sesuai kemampuan.
Toleransi yang Beradab
Islam modern juga mengajarkan hidup berdampingan. Tapi tetap punya prinsip.Allah berfirman: “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian”.
Bentuknya: menolong orang sakit, tetap berbuat baik pada orang tua non muslim.
Namun tetap ada batas: Lakum diinukum wa liya diin. Tidak loyal dalam urusan aqidah dan perayaan agama mereka.
Nabi bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.
TANTANGAN “ISLAM MODERN” HARI INI
Banyak anak muda sekarang tidak bisa baca Qur’an. Padahal Allah ingatkan:
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia; sedang tentang akhirat mereka lalai”.
Mereka jago bisnis, teknologi, tapi jahil agama.
Mudah meniru gaya hidup, perayaan, dan pakaian yang jadi ciri khas non muslim. Padahal identitas Muslim harus dijaga.
Menganggap Islam cukup di masjid saja. Padahal Islam mengatur ekonomi, keluarga, pendidikan, hingga media sosial.
SOLUSI: MENJADI MUSLIM MODERN YANG RABBANI
Islam tidak pernah ketinggalan zaman. Yang ketinggalan adalah kita yang tidak mempelajari Islam.Islam modern artinya: Hati modern, teknologi modern, tapi aqidah dan manhaj tetap salaf. Mengikuti Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman sahabat.
Referensi:
Tinggalkan Komentar