Oleh : Tari Wiranti
Guru TK Sako Yaa Bunayya Islam School
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dunia ini indah, menggoda, dan seakan menjanjikan segalanya. Tak heran jika banyak dari kita menjadi sangat ambisius mengejarnya.
Setiap manusia dibekali Allah dengan fitrah untuk berjuang dan memiliki cita-cita. Namun, pernahkah kita bertanya, ke mana arah ambisi yang kita kejar setiap hari? Apakah ia menuntun kita lebih dekat pada ridha-Nya, atau justru menjauhkan kita dari tujuan penciptaan yang sebenarnya?
Lalu bagaimana Islam memandang ambisi terhadap kehidupan dunia? Apakah tercela atau justru bisa jadi ibadah?
Islam tidak melarang ambisi, tapi menuntunnya agar tidak menenggelamkan kita dalam tipu daya dunia.
Rasulullah ﷺ mengatakan:
“bahwa fitnah terbesar umat ini adalah harta”
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…” (QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini seakan menampar kita yang terkadang terlalu ambisius mengejar dunia hingga lupa bekal akhirat. Padahal Islam tidak menyuruh kita miskin dan pasrah. Lalu di mana batasnya?
Kita bangun pagi dengan satu nama di kepala yaitu “DUNIA”
Kita tutup malam dengan angka-angka yang belum selesai.
Tanpa sadar, ambisi yang awalnya jadi bahan bakar, perlahan berubah jadi belenggu yang mengikat hati.
Rasulullah ﷺ telah berpesan,
“Jadilah di dunia seperti orang asing atau musafir.”
Musafir boleh mencari bekal, tapi ia tak pernah lupa bahwa rumahnya bukan di sini.
Pada akhirnya, dunia hanya tempat singgah, bukan tempat tinggal.
Ingatlah selalu teman, dunia ini fana, namun gemerlapnya sanggup membutakan mata.
Ia membisikkan janji-janji manis di setiap langkah, membuat kaki kita berlari tanpa henti mengejar fatamorgana.
Dunia dikejar tak akan ada habisnya.
Akhirat dikejar, maka dunia akan ikut berlari di belakangmu.
Jadi, tentukan pilihanmu, mau diperbudak dunia, atau menjadikan dunia sebagai budak untuk meraih surga?
Tinggalkan Komentar