Oleh : Irma Octavianty, S.Pd
(Kepala TK Islam Yaa Bunayya Sako)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه
Semua insan Pendidikan, baik tenaga pendidik seperti guru atau dosen maupun peserta didik mulai berbenah mengikuti perkembangan situasi dan kondisi pendidikan saat ini. Pada masa kabut asap yang mencapai ISPU berbahaya saat ini, semua pola aktivitas dan kegiatan berubah secara drastis. Salah satu sektor yang mengalami perubahan drastis adalah sistem pendidikan. Di mana semua aktivitas dilakukan dari rumah secara dalam jaringan (daring) / pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengikuti mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas.
Proses PJJ
Apakah proses PJJ ini merupakan hal yang baru? Tentu saja proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini sudah ada sebelum adanya kondisi kabut asap saat ini. Pada awalnya program ini diselenggarakan untuk para pekerja/karyawan yang berada jauh dari akses pendidikan, selain karena kesibukan waktu dalam bekerja. Dan juga pada masa pandemi Covid beberapa tahun lalu.
Pertanyaan yang timbul dan berkembang di masyarakat efektifkah sistem PJJ yang dijalani saat ini?
Hal ini tentunya sangat tergantung dari berbagai sudut pandang baik dari sisi pendidik maupun peserta didik yang bersangkutan. Jika persepsi yang dianggap bahwa, pengajar adalah hanya sebagai fasilitator, dan siswa yang harus aktif dalam mempelajari materi yang diberikan pendidik dan terus didampingi orang tua maka pembelajaran ini menjadi efektif.
Akan tetapi jika orientasinya hanya untuk siswa dapat mengerjakan tugas dan ujian, tanpa mempelajari seluruh materi secara mandiri, maka makna dan tujuan PJJ ini menjadi tidak efektif.
Lalu bagaimana dengan PJJ yang terjadi di saat kabut asap ini? PJJ saat ini lebih dikarenakan adanya paksaan dari keadaan yang tidak memungkinkan adanya pembelajaran secara tatap muka/luring.
Dampak Negatif
Efektifkah PJJ saat ini? Mari kita coba telaah dari berbagai aspek.
Ini baru dari aspek non teknis, ada lagi dari aspek teknis. Misalkan bagaimana PJJ dilakukan untuk kegiatan yang diadakan di luar sekolah ataupun praktik – praktik langsung. Untuk menyiasati hal ini Adalah dengan menunda waktu pembelajaran sampai kondisi ISPU membaik. Selain dari sisi teknis dan non teknis, yang menjadi kendala dalam PJJ adanya berkurangnya nilai-nilai interaksi sosial yang selama ini mungkin dapat terjadi ketika antar sesama peserta didik maupun dengan tenaga pendidik.
Dampak Positif PJJ
Apakah PJJ selalu berdampak buruk? Tentu saja PJJ ini memiliki sisi positif, di mana dengan adanya PJJ, baik tenaga pendidik dan peserta didik tidak perlu keluar rumah untuk memperoleh ilmu pengetahuan, bisa lebih mengenal teknologi dan digital sehingga semakin terbiasa dengan perkembangan zaman saat ini.
Dari pembahasan di atas PJJ yang saat ini dilakukan memiliki dampak positif dan dampak negatif. Seberapa efektif dilakukan PJJ tergantung dari kondisi dan kesiapan baik dari sisi infrastuktur, tenaga pendidik dan peserta didik. Ke depan PJJ menjadi sesuatu hal yang biasa, hanya saja perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Tidak serta merta langsung menyamaratakan kondisi semua daerah. Jadi efektifkah PJJ saat ini? Semua tergantung keadaan di lapangan.
Semoga Allah mudahkan kegiatan pembelajaran kita berjalan dengan baik dan lancar dan kondisi udara semakin membaik sehingga kita bisa melakukan pembelajaran tatap muka.
Tinggalkan Komentar