Info
Tuesday, 12 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

SEBERAPA KENAL KAMU DENGAN ARAFAH?

Tuesday, 12 May 2026 Oleh : admin

Oleh: Ari Septiawati, M.Pd
Guru SD Yaa Bunayya Islamic School

Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat fiillah yang senantiasa dirahmati Allah, tentunya kita sudah tidak asing dengan kata Arafah bukan? Namun, pernahkan kita berusaha untuk mengenalnya lebih dalam? Apakah kamu lebih mengenal Arafah sebagai nama suatu tempat atau nama hari? Kaluapun sahabat fiillah mengenal sebagai nama suatu daerah jawaban anda benar sekali!

Padang Arafah merupakan salah satu daerah yang terbukan dan luas di sebelah timur luar kota mekkah. Secara bahasa dan istilah, ada empat makna Arafah, yakni araftu, i’tiraf, ta’arufdan arafa as-sabr. Inti maknanya adalah “mengetahui” atau “mengenal” (dari kata dasar ‘arofa). Pertama, makna I’tiraf maknya pengakuan yang tulus atas dosa atau kesalahan yang diperbuat. Kedua, makna ta’aruf yaitu saling mengenal antar sesama manusia, suku, bangsa, dan negara. Ketiga, makna Arafa as-sabr artinya melaksanakan kesabaran. Dalam suasana diam di padang terbuka dengan cuaca yang sangat terik, maka sahabat sejatinya hanyalah kesabaran. Berdasarkan ma’rifatul islam, Arafah bermakna sebuah tempat proses mengenal islam secara sempurna melalui pengakuan atas kezaliman yang diperbuat, saling mengenal Allah secara baik, dan melaksanakan kesabaran sekalipun dalam keadaan yang sulit.

Padang Arafah memiliki banyak keistimewaanya.

Pertama, padang Arafah merupakan tempat bertemunya nabi adam dan hama di jabal rahmah. Jabal rahmah merupakan nama gunung yang berada di kawasan padang arafah. Nabi adam melakukan i’tiraf atas kedzalimannya dengan kalimat: rabbana dzhollamna anfusana waillam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin” (Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Nabi Adam dan Hawa telah mengakui (arafa) akan kelasahan dan dosa yang diperbuat kemudian diberi tahu cara bertaubat (yu’rafu).

Kedua, Padang Arafah menjadi tempat terakhir nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam. Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan pidato terakhir sebelum beliau wafat di Arafah sehingga pada hari itu disebut hari Arafah (9 Dzulhijjah). Hari arafah merupakan hari istimewa karena pada hari tersebut hari paling afdhol untuk berdoa, Rasulullah bersabda: “Doa yang paling afdhal adalah doa di hari Arafah”. Dalam riwayat lain, Nabi bersabda: ”Tidak ada hari yang paling banyak Allah menentukan pembebasan hambanya dari neraka, kecuali hari Arafah”.

Ketiga, padang arafah menjadi tempat nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam menerima wahyu tentang kesempurnaan agama Islam. Selain Arafah menjadi nama suatu daerah, Arafah juga sangat familiar di telinga kita sebagai nama hari, yaitu hari Arafah. Kita sudah mengenal akrab hari arafah bukan? Hari arafah bertepatan pada 9 Dzulhijjah merupakan hari mulia sebagai pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari Arafah disyariatkan untuk berpuasa sunnah bagi muslim yang tidak berwukuf di Arafah atau tidak berhaji. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

 

Sedangkan muslim yang sedang puasa tidak disunnahkan untuk berpuasa arafah. Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, “Beliau berpuasa”. Sebagian lainnya mengatakan, “Beliau tidak berpuasa”. Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

Para Ulama berselisih pendapat terkait tentang keutamaan puasa arafah. Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

 

Alhamdulillah, sahabat fillah kita sudah sedikit lebih banyak mengenal Arafah melalui artikel ini. Semoga Allah mudahkan kita untuk bertamu di Arafah. Kalaupun belum dimampukan bertamu di Arafah, semoga Allah mampukan kita untuk melaksanakan syariat puasa sunnah di hari Arafah. Semoga Allah memberikan hidayah dan menjaga keimanan kita semua.

 

Referensi:

No Comments

Tinggalkan Komentar