Khoulah, S.Pd
Guru TK Sako YBIS
Banyak orang – yang karena terdorong oleh keinginan besar agar anak-anaknya menjadi saleh – menempuh berbagai macam cara penting dalam usaha merealisasikan hal tersebut. Namun, terkadang mereka lalai dari cara yang merupakan salah satu cara tercepat, terbanyak, dan termudah. Cara ini tidak membutuhkan usaha dan energi besar, tapi ia merupakan menjadi sumber kedamaian orang-orang saleh, para pendidik, dan para ahli ibadah. Cara yang dimaksud adalah mendoakan anak-anak.
Sudah menjadi suatu kesepakatan dari para pendidik, pemberi nasihat, dan pembimbing bahwa munajat kepada Allah Ta’ala dalam segala urusan merupakan hal yang sangat penting. Di antaranya adalah bermunajat dan berdoa meminta keturunan yang saleh. Bagaimana tidak, sedangkan ini adalah cara para Nabi. Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Ibrahim – semoga selawat dan salam terlimpah kepada beliau dan kepada Nabi kita:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat…” (QS. Ibrahim: 40).
Demikian juga orang-orang saleh yang senantiasa menengadahkan tangan dengan penuh ketundukan kepada Allah agar memperbaiki niat dan keturunan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka ketika berdoa:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“…Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami…” (QS. Al-Furqan: 74).
Realita yang terjadi memang menegaskan hal ini. Ada salah satu orang saleh yang anak-anaknya menjadi para penghafal Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta tampak dari diri mereka kesalehan, ketakwaan, dan hidayah. Ketika orang tuanya ditanya tentang itu, ia menjawab, “Dulu aku selalu mendoakan anak-anak dalam berbagai kesempatan; dan aku tidak mengerahkan usaha yang signifikan jika dibandingkan dengan usahaku dalam mendoakan mereka.”
Betapa bagusnya jika para ayah dan ibu saling berdiskusi dengan rekan mereka sesama orang tua tentang cara mendoakan anak ini, untuk saling memberi ide dan semangat; karena doa merupakan munajat kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan yang memungkinkan agar Dia memperbaiki hati dan amalan mereka. Seandainya ayah dan ibu senantiasa memanjatkan doa, “Ya Allah! Perbaikilah hati dan amalan anak keturunanku” niscaya mereka akan mendapatkan kebaikan besar; karena bisa jadi ia bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa; dan bisa jadi, doa itu berhasil sedangkan cara-cara lahiriahnya mengalami kegagalan.
Berdoalah diwaktu-waktu yang mustajab, seperti akhir malam, suatu saat di hari Jumat, waktu antara azan dan iqamah, ketika bersujud, dan waktu-waktu utama lainnya untuk berdoa merupakan waktu-waktu yang harus dimanfaatkan oleh para orang tua. Sisihkanlah waktu dari salat kalian di akhir malam untuk mendoakan para buah hati kalian. Khususkanlah doa untuk mereka secara konsisten dengan mengucapkan, “Wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan!” karena Allah Ta’ala itu Maha Dekat dan Maha Mengabulkan doa. Bersegeralah juga menuju salat kalian, agar kalian dapat mendoakan mereka pada waktu antara azan dan iqamah. Juga perpanjanglah sujud kalian dengan memanfaatkannya untuk berdoa bagi mereka; niscaya kalian tidak akan kecewa, karena Allah Ta’ala Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
Ketika kedua orang tua telah berdoa untuk anak-anak mereka, itu tidak berarti mereka boleh berlepas diri dari cara-cara lainnya dan mencukupkan diri dengan doa. Keduanya harus dikombinasikan satu sama lain. Lakukanlah berbagai macam cara yang dengan itu kamu dapat merealisasikan doamu untuk kebaikan dan perbaikan anak keturunan. Doa bagi anak harus senantiasa hadir dalam pikiran setiap saat, karena ia adalah sesuatu yang tidak membutuhkan biaya dan tidak sulit dilakukan; ia hanyalah kalimat-kalimat yang diajukan oleh seorang hamba yang lemah kepada Tuhan Yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah.
Namun, doa untuk anak-anak membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketabahan, serta tidak tergesa-gesa untuk dikabulkan. Meskipun belum tampak kesalehan pada diri mereka, tetaplah berdoa. Bahkan, hendaklah itu menjadi pendorongmu untuk lebih banyak berdoa dari sebelumnya, karena adanya kebutuhan yang lebih besar terhadapnya.
Sumber:
Divisi Ilmiah di Lembaga Dakwah, Bimbingan, dan Penyuluhan Imigran. (2025). “Mendoakan anak, salah satu rahasia kesuksesan dan keberhasilan. HijrahApp
Tinggalkan Komentar