Oleh : Erlin Novasia
Staff Administrasi SD Yaa Bunayya Islamic School
Bismillahirrahmanirrahim
Memahami perkembangan anak bukan hanya soal melihat bagaimana mereka tumbuh secara fisik, tetapi juga memahami bagaimana akal, emosi, dan spiritualitas mereka berkembang dari waktu ke waktu. Dalam Islam, anak dipandang sebagai amanah sekaligus anugerah yang harus dibimbing dengan penuh kasih sayang dan hikmah. Karena itu, memahami psikologi perkembangan anak dalam perspektif Islam menjadi penting agar orang tua dapat memberikan pola asuh yang sesuai dengan fitrah mereka.
Periode ini dikenal sebagai golden age, di mana otak anak berkembang sangat cepat dan mereka menyerap segala hal dari lingkungan sekitar. Islam menganjurkan orang tua untuk menanamkan kasih sayang, rasa aman, adab-adab dasar, serta memperdengarkan kalimat-kalimat thayyibah seperti doa, zikir, dan ayat Al-Qur’an.
Pada usia ini, metode pendidikan terbaik adalah dengan kelembutan, pelukan, dan sentuhan emosional.
Pada usia tujuh tahun, Rasulullah ﷺ menganjurkan orang tua untuk membimbing anak agar mulai membiasakan shalat. Ini menunjukkan bahwa masa ini adalah periode pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan keteraturan hidup. Orang tua perlu menjadi teladan dan menciptakan suasana ibadah yang menyenangkan, bukan memaksa atau menekan.
Anak mulai memasuki fase memahami diri, menghadapi perubahan emosi, dan mencari jati diri. Di sinilah peran orang tua sebagai teman, pendengar, dan pembimbing sangat penting. Peraturan tetap perlu ada, namun disampaikan dengan komunikasi yang hangat dan menghormati proses tumbuh dewasa anak.
Ketika anak mencapai baligh, mereka sudah memikul tanggung jawab syariat. Pada tahap ini, orang tua tidak lagi mendikte, tetapi mendampingi, memberi nasihat, dan membantu anak membangun prinsip hidup sebagai seorang muslim dewasa.
Dalam ilmu psikologi dan parenting, salah satu cara untuk membentuk perilaku anak lebih disiplin adalah dengan penguatan (reinforcement). Penguatan positif bisa dengan pujian atau hadiah (reward), sedangkan penguatan negatif dengan hukuman atau konsekuensi. Istilah operant conditioning dicetuskan oleh B. F. Skinner pada tahun 1937. Prinsip inti dari operant conditioning adalah konsekuensi dari suatu tindakan menentukan kemungkinan perilaku tersebut terulang di masa mendatang. Ketika konsekuensi dari suatu perilaku menyenangkan, perilaku tersebut lebih mungkin terjadi lagi di masa mendatang. (Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Simon and Schuster). Dengan kata lain, perilaku yang diperkuat atau diberi penghargaan lebih mungkin diulang, sementara perilaku yang dihukum atau tidak memiliki konsekuensi menyenangkan cenderung tidak diulangi lagi.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Anak
Orang tua merupakan lingkungan pertama yang membentuk cara berpikir, merasakan, dan bertindak anak. Untuk itu, orang tua perlu:
Psikologi perkembangan anak dalam Islam menekankan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, intelektual, dan spiritual. Dengan memahami fitrah dan tahapan perkembangan anak, orang tua dapat memberikan bimbingan yang lebih tepat, penuh kasih sayang, dan sesuai tuntunan Islam. Semoga artikel ini menjadi panduan bagi orang tua dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertakwa.
Sumber:
Tinggalkan Komentar