Oleh : Fajar Selawati, M.Pd. Gr.
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)
Bismillahirrahmanirrahim
Anak adalah amanah. Pendidikan anak tidak bisa diserahkan hanya kepada guru di sekolah, atau hanya kepada orang tua di rumah. Keduanya adalah dua sayap yang harus bekerja sama agar anak bisa terbang menuju ridha Allah.Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).
MENGAPA KERJASAMA INI PENTING?
Keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang dikenal anak. Jika hanya guru yang mendidik, maka pendidikan akan terputus saat anak pulang ke rumah. Guru dan orang tua saling melengkapi peran guru bertugas sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin di sekolah. Tugas guru: memberi nasihat, mencegah akhlak buruk, dan mengamalkan ilmunya.
Tanpa sinergi, anak akan bingung karena aturan di sekolah berbeda dengan di rumah.
Penelitian menunjukkan bahwa keluarga dan sekolah adalah pihak yang paling berpengaruh terhadap pembinaan akhlak anak sehingga perlu kerjasama yang baik. Di sekolah anak dapat pengajaran dari guru, di rumah orang tua bertugas menanamkan aqidah dan pengawasan.
BENTUK KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA SESUAI SYARIAT
Contoh pada pelajaran Al-Qur’an Hadits: Di sekolah guru mengajarkan huruf hijaiyah dan ayat pendek. Di rumah orang tua menyuruh anak mengulang pelajaran dan mengawasi bacaannya. Jika salah, orang tua menegur dan mengajari.
Untuk hafalan, guru menjelaskan cara menghafal, orang tua mendengarkan hafalan anak di rumah
Kerjasama orang tua dan guru adalah hubungan komunikatif untuk memantau perkembangan peserta didik. Bentuknya: orang tua menghadiri rapat, konsultasi, bahkan home visit. Tujuannya agar anak mau mengikuti tata tertib sekolah.
Peran orang tua: pembiasaan, pemberian keteladanan, motivasi dengan pujian dan hadiah, nasihat, mengawasi pergaulan. Guru juga harus memperlakukan murid seperti anak sendiri.
Bentuk kerjasama: mengirim surat tentang kemajuan belajar, pembagian raport, buku kegiatan harian. Dengan ini orang tua tahu kondisi anak dan guru tahu kondisi anak di rumah.
RAMBU-RAMBU SYARIAT DALAM MENDIDIK ANAK
Kerjasama harus di atas ketaatan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي المَعْرُوفِ
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Artinya: jika ada perbedaan pendapat antara guru dan orang tua, maka kembalikan kepada yang ma’ruf dan tidak membahayakan anak.
DAMPAK POSITIF JIKA KERJASAMA BERJALAN BAIK
Interaksi semua pihak mendorong siswa belajar tekun.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Satu persepsi tujuan antara guru dan orang tua: mengasuh, mendidik, membimbing, membina agar anak menjadi orang berilmu dan berakhlak mulia.
“Keduanya adalah surgamu dan nerakamu” – yaitu orang tua. Maka memuliakan orang tua dan guru adalah jalan ke surga. Mari kita hilangkan stigma “itu urusan guru” atau “itu urusan orang tua”. Dengan kerjasama, insyaAllah lahir generasi Qur’ani yang shalih dan shalihah.
Referensi:
Tinggalkan Komentar