Info
Monday, 06 Jul 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENJADI SEORANG MUSLIM YANG SELALU OPTIMIS

Saturday, 23 May 2026 Oleh : admin

Penulis : Fajar Selawati, M.Pd., Gr
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Sikap optimis harus ditanamkan dalam hati manakala suatu saat menghadapi badai masalah, ia akan tegar dan terus bersemangat mencari solusi penyelesaian masalah. Tidak mudah putus asa dan yakin pasti ada hikmah besar dibalik semua takdir Allah. Menjadi manusia yang lemah lelah dengan cobaan ujian dan kekhawatiran masa depan. Islam mengajarkan umatnya untuk bangkit menyongsong hari esok dengan obsesi baru, harapan dan semangat membara agar hidupnya lebih baik , amalannya lebih shalih, imanya bertambah kuat, serta hatinya dipenuhi buhul cinta kepada Allah, tidak menyesali peristiwa masa lalu yang mungkin menumbuhkan kesedihan mendalam.

Hadapi perkara mendatang dengan penuh kebahagiaan dan menepis dan melawan perasaan negative yang belum terjadi.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

لا عَدْوَى ولا طِيَرَةَ، ويُعْجِبُنِي الفَأْلُ

“Tidak ada penyakit yang menular sendiri dan tidak ada kesialan. Al-fa`lu (kata-kata yang baik) membuatku kagum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Tapi tahu gak bahwa kita sebagai seorang Muslim itu tidak boleh roboh dengan hal-hal duniawi yang seperti itu. Ketika datang ketetapan  Allah, ia tunduk dan ridha terhadapnya. Jika mendapatkan kebaikan , ia bergembira dan bersyukur, jika tertimpa musibah, sesuatu yang tidak disukai, ia bersabar dan berharap pahala dari Allah, ketika ujian itu berlalu , ia kembali tegak dalam keadaan bersyukur.

Manusia dalam menghadapi ujian terbagi beberapa tingkatan:

  • Ada yang memandang besarnya pahala dari ujian terasa ringan baginya,
  • Ada pula yang melihat bahwa semua itu adalah ketetapan Sang Pemilik terhadap milik-Nya, sehingga ia pasrah dan tidak membantah.

Adapun sisi penyerupaan orang munafik dengan pohon aras adalah:

Allah tidak mengujinya untuk membersihkan dan memperbaikinya . bahkan Allah memberinya kemudahan di dunia agar pada akhirnya keadaanya menjadi sulit di akhirat. Sampai ketika Allah hendak membinasakannya, Allah menghancurkannya sekaligus. Maka kenikmatannya menjadi lebih berat siksanya dan lebih pedih saat runtuhnya dicabut.

Optimis butuh action dan langkah nyata seorang yang ingin sukses menempuh studi atau menuntut ilmu agama perlu belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, dan mengarahkan segala potensi yang dimilikinya. Menjalankan usaha-usaha atau ikhtiar dalam mencapai tujuannya. Begitu pula ketika berniat berumah tangga , semangat saja belum cukup. Hidup ini hakikatnya adalah belajar, beramal dan bersabar serta mengiringi semua yang kita lakukan dengan penuh optimis, Allah akan memberi kita yang terbaik sesuai takdirnya. Yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan . Allah Ta’ala berfirman:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)

Jangan merasa gagal hanya karena hidup penuh ujian. Bias jadi justru di situlah Allah sedang mendidik hati kita agar lebih dekat kepada-Nya. Yang berbahaya bukanlah banyaknya ujian , tetapi hati yang tidak lagi mau kembali kepada Allah ketika diuji. Mukmin sejati bukan yang tidak pernah jatuh, tetapi yang terus bangkit dengan taunat dan kesabaran.

No Comments

Tinggalkan Komentar