Oleh : Irma Octavianty, S.Pd
(Kepala TK Islam Yaa Bunayya Sako)
Bismillahirrahmanirrahim
Ummi, Abi apakah pernah mengalami ketika anak kita yang aktif berbicara di rumah dan mampu mengungkapkan semua yang ada di pikirannya namun saat di luar rumah dan bertemu dengan lingkungan baru dia menjadi pemalu dan pendiam serta tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Kenapa bisa demikian ya? Inilah yang menjadi tanda tanya besar orang tua kenapa bisa demikian?
Ketika mengalami hal demikian kita sebagai orang tua tidak perlu takut dan khawatir, berikan anak ruang untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, jangan pernah memaksa anak untuk cepat beradaptasi, karena berhadapan dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah, butuh keberanian yang cukup besar agar anak bisa menghadapi situasi yang baru dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Menumbuhkan rasa percaya diri anak adalah proses yang penting dalam tumbuh kembangnya. Proses ini perlu dilakukan untuk membantu mereka mengatasi tantangan hidup dan agar mereka berkembang menjadi seseorang yang percaya pada dirinya sendiri.
Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan atau menumbuhkan rasa percaya diri pada anak
Ketika anak sudah berani untuk membuka diri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru maka berikanlah pujian agar bisa membangkitkan rasa percaya dirinya. Kita sebagai orang tua fokus pada usaha dan pencapaian anak, bukan hanya hasil akhir.
Dalam hal memuji anak hindari secara berlebihan atau palsu. Namun, beri apresiasi yang jujur dan bersifat membangun, terlepas dari hasil akhir yang diperolehnya. Dan pilih kata-kata yang positif untuk menunjukkan bahwa kita menghargai usaha anak untuk bisa mencapai tujuannya.
Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yaitu dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai usianya. Mengajarkan anak bertanggung jawab akan membuatnya merasa diperlukan dan memberikan rasa percaya diri.
Membantu anak untuk mengenali minat dan bakat yang dimilikinya juga bisa menjadi cara agar anak percaya diri dan berani, termasuk saat di sekolah. Memberikan dukungan dan fasilitas untuk mengembangkan bakat dan minat dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Cara meningkatkan kepercayaan diri salah satunya yaitu mengajaknya ikut serta dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan tingkat kematangan dirinya. Biarkan anak membuat keputusannya sendiri tanpa dihakimi dari orang tua.
Hal ini bisa membantu anak merasa memiliki kendali atas hidup mereka dan meningkatkan rasa percaya diri.
Dukung anak dalam membangun hubungan sosial yang positif dengan orang-orang di sekitarnya. Ajarkan keterampilan sosial, seperti berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, dan memecahkan masalah bersama. Kemampuan ini membantu anak merasa nyaman dalam interaksi sosial dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Setiap anak itu unik. Oleh karena itu, sebagai cara agar anak percaya diri dan berani, hindari membandingkan anak dengan orang lain, terutama saudara kandungnya. Kadang, justru sikap orangtua yang membuat anak tidak percaya diri karena kerap menganggap apa yang dilakukan anak tidak cukup baik dan membandingkannya dengan orang lain. Sebaliknya, fokus pada keunikan dan kelebihan diri mereka sendiri. Tekankan kelebihan dan keunikan anak serta hindari perbandingan yang negatif dengan orang lain.
Sebagai cara membuat anak percaya diri dan berani adalah ajarkan ia dalam melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar daripada sebagai hambatan. Bantu anak mengatasi rintangan dengan memberikan dukungan dan arahan cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Ciptakan situasi di mana anak bisa memiliki keyakinan pada dirinya sendiri untuk bisa meraih keberhasilan. Hal ini dapat membangun keyakinan diri mereka bahwa anak mampu mengatasi setiap tugas atau tantangan. Dan jadilah contoh positif bagi anak
Berikan dukungan emosional saat anak menghadapi kesulitan atau kekecewaan. Dengarkan dengan penuh perhatian saat anak berbicara dan bantu mereka mengelola setiap emosi yang dialami. Selain itu, ajarkan juga anak bagaimana cara mengatasi stres, kegagalan, dan frustrasi. Dorong anak untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar serta tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi. Dengan begitu, anak bisa belajar dari hal tersebut dan tidak menyesalinya.
Ingatlah bahwa setiap anak itu unik, dan pendekatan yang diberikan dapat berbeda-beda. Pilih cara menumbuhkan rasa percaya diri yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan setiap anak. Dengan memberikan dukungan yang positif dan konsisten, orang tua dapat membantu anak membangun rasa percaya diri yang kuat untuk menghadapi berbagai aspek kehidupan.
Dilansir dari Kids Health, anak-anak yang merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi cenderung mampu belajar dan melakukan hal-hal baru dengan lebih baik. Ini karena anak bisa merasa bangga terhadap apa yang ia lakukan. Anak juga bisa mengatasi rasa kecewa dengan lebih baik saat gagal atau melakukan kesalahan.
Baarakallahu fiikum
Tinggalkan Komentar