Info
Thursday, 02 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH, TETAP LURUS MESKI BANYAK GODAAN

Saturday, 23 August 2025 Oleh : admin

Oleh: Atika Rahayu, M.T.
Guru SD Yaa Bunayya Palembang

Istiqamah adalah terus melangkah di jalan hidayah dan Islam, tetap konsisten menjalani tuntunan syariat, dan terus-menerus berbuat kebaikan tanpa henti. Seorang Muslim yang istiqamah akan selalu berusaha menambah bekal amalnya dari waktu ke waktu. Walaupun kadang semangatnya menurun, atau sesekali ia lalai dalam ketaatan, namun ada batas minimal dalam keimanannya yang tak akan pernah ia relakan untuk dikompromi. Kalaupun ia terjatuh, ia segera bangkit dan bertobat. Bahkan, bisa jadi keadaannya setelah tobat jauh lebih baik daripada sebelum tergelincir. Inilah ciri orang yang memiliki sifat teguh dalam keimanan.

Istiqamah dapat membawa ketenangan hati dan jiwa, karena seseorang merasa yakin dan percaya diri dalam menjalankan ajaran agama. Allah Subhanahu wa ta’ala berjanji untuk memberikan pertolongan dan perlindungan kepada orang-orang yang istiqamah di jalan-Nya. In Syaa Allah Istiqamah dapat membawa keberkahan dalam hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Kiat Istiqamah di Jalan Allah:

  1. Mendekat diri pada Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah tali kokoh yang menyambungkan kita dengan Allah. Ia penuntun yang tak pernah menyesatkan. Siapa yang berpegang teguh padanya, Allah akan menjaga dan meneguhkannya. Al-Qur’an menenangkan hati, menguatkan langkah, dan menunjukkan jalan keluar dalam gelapnya ujian hidup.

  1. Memperbanyak Doa

Doa adalah senjata seorang mukmin. Nabi ﷺ sendiri sering berdoa:

«يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ»

(“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” – HR. Tirmidzi).

Jangan sepelekan kekuatan doa dalam menjaga keistiqamahan hati.

  1. Dekat dengan Orang-orang yang Menguatkan: Ada manusia yang menjadi pembuka kebaikan. Dekatlah dengan ulama, orang saleh, dan sahabat yang mengingatkan kita kepada akhirat.
  2. Berdzikir dan Mengingat Allah: Teguhkanlah hati dan perbanyaklah dzikir kepada Allah.” (QS. Al-Anfal: 45). Dzikir menjaga hati tetap hidup dan sadar akan tujuan.

Dengan memahami dan mengamalkan istiqamah, seseorang dapat tetap teguh dan lurus di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala, meskipun dihadapkan pada berbagai godaan dan tantangan. Istiqamah adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Sumber: Rumaysho.com

No Comments

Tinggalkan Komentar