Info
Tuesday, 15 Sep 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING BAGI ANAK USIA DINI

Monday, 14 September 2026 Oleh : admin

Oleh : Fadillah Noer Anisa, S. Pd
(Guru TK Yaa Bunayya Islamic School Cab. Sekip)

Bismillahirrahmanirrahim

Karakteristik Pembelajaran Anak Usia Dini

Pembelajaran daring pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang berbeda dengan pembelajaran pada jenjang pendidikan lainnya. Karakteristik anak yang belajar melalui bermain, pengalaman konkret, interaksi, dan pendampingan orang dewasa menjadikan kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai salah satu unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran dari rumah. Pendidikan anak usia dini merupakan tahap pendidikan yang memiliki karakteristik khusus. Anak belajar terutama melalui bermain, eksplorasi, pengalaman langsung, dan interaksi dengan lingkungan. Pada masa ini, perkembangan anak berlangsung secara pesat sehingga stimulasi yang diberikan perlu memperhatikan aspek perkembangan secara menyeluruh. Pembelajaran di lembaga PAUD tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, nilai agama dan moral, fisik-motorik, serta kemandirian.

Peran Orang Tua dalam Pembelajaran dari Rumah

Perubahan pola pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah membuat guru, anak, dan orang tua perlu melakukan penyesuaian. Pembelajaran daring pada anak usia dini memiliki tantangan tersendiri karena anak masih membutuhkan pendampingan orang dewasa, memiliki rentang perhatian yang relatif singkat, dan lebih mudah memahami sesuatu melalui benda atau pengalaman yang konkret. Dalam pembelajaran dari rumah, orang tua memiliki posisi yang sangat penting karena berada paling dekat dengan anak selama kegiatan berlangsung. Orang tua bukan pengganti guru, melainkan pendamping yang membantu anak memahami instruksi, menyiapkan lingkungan belajar, memberikan motivasi, dan mengomunikasikan perkembangan anak kepada guru.

Peran Guru dan Pemanfaatan Teknologi

Di sisi lain, guru bertugas merancang kegiatan yang jelas, sederhana, fleksibel, dan sesuai dengan kondisi keluarga. Komunikasi dua arah diperlukan agar guru mengetahui kesulitan yang dialami anak maupun orang tua. Teknologi dapat membantu guru menyampaikan materi, memberikan contoh kegiatan, dan menjaga komunikasi dengan keluarga. Video atau audio dapat digunakan untuk memberikan instruksi, memperagakan doa atau aktivitas. Akan tetapi, penggunaan teknologi juga memiliki hambatan, seperti keterbatasan perangkat, jaringan internet, kemampuan menggunakan teknologi, dan kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, guru perlu mempertimbangkan akses dan kemampuan setiap keluarga. Instruksi sebaiknya tidak rumit, media tidak terlalu berat, dan kegiatan dapat dilakukan dengan alat yang tersedia di rumah. Prinsipnya adalah teknologi digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan menambah beban anak dan orang tua.

Tantangan dalam Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring pada anak usia dini dapat menghadapi masalah berupa perubahan suasana hati anak, rendahnya motivasi, kesulitan memahami instruksi, keterbatasan pendampingan, serta masalah perangkat dan koneksi internet. Selain itu, orang tua dapat mengalami kesulitan ketika harus berperan sebagai fasilitator belajar di rumah. Untuk mengatasinya, kegiatan perlu dibuat singkat, bervariasi, menyenangkan, dan memiliki tujuan yang jelas. Guru dapat memberikan pilihan kegiatan yang fleksibel serta memberikan umpan balik secara kualitatif. Orang tua juga perlu diberi arahan sederhana mengenai cara mendampingi anak tanpa mengambil alih tugas anak. Dengan pendekatan tersebut, anak tetap memiliki kesempatan untuk mencoba dan menyelesaikan kegiatan sesuai kemampuannya.

Pentingnya Kolaborasi Guru dan Orang Tua

Kolaborasi guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Guru berperan merancang kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kondisi keluarga, sedangkan orang tua memberikan pendampingan dan lingkungan belajar di rumah. Kegiatan kecakapan hidup dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari sekaligus menstimulasi kemandirian dan perkembangan sosial-emosional anak. Dengan komunikasi yang baik, penggunaan teknologi yang proporsional, serta kegiatan yang fleksibel dan menyenangkan, pembelajaran dari rumah dapat tetap memberikan pengalaman pendidikan yang positif bagi anak usia dini.

Sumber:

  • Maulidiyah, N., & Ismawati, P. (2021). Efektifitas pembelajaran daring terhadap perkembangan sosial anak usia dini di RA Roudlotul Ulum II Mojoduwur Mojowarno Jombang. Proceeding the 5th Annual International Conference on Islamic Education, 136–143.
  • Palestina, S. (2021). Efektifitas penggunaan daring bagi anak PAUD. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 61–66.

No Comments

Tinggalkan Komentar