Info
Sunday, 19 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

BOLEHKAH BERDOA DAN DIAKHIRI DENGAN “IN SYAA ALLAH”?

Tuesday, 20 January 2026 Oleh : admin

Oleh : Sekar Arrum Ramadhanti S.Sos, S.Pd,. Gr.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Kita diperintahkan berdoa dengan bersunguh-sungguh dan yakin Allah sangat mampu mengabulkan doa kita

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِاْلإِجَابَةِ

“Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.”

(HR. At-Tirmidzi)

Bagaimana jika ditambahkanya dengan “InsyaAllah” diakhir doa?
misalnya: semoga kita akan bertemu di surga, insyaAllah

Jawabannya yaitu : Tidak boleh. Karena kata In syaa Allah setelah doa artinya menggantungkan kehendak kepada Allah, “jika Allah menghendaki”, sedangkan kita diperintahkan agar berdoa dengan yakin dan berharap  agar doa dikabulkan

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan,

“Tidak selayaknya manusia berdoa kepada Allah kemudian mengucapkan “InsyaAllah”, bahkan hendaknya dia bersungguh-sungguh meminta dan memperbesar harapannya karena Allah subhanahu wa ta’la tidak ada yang bisa memaksa.”

Sebagaimana dalam hadits, tidak boleh kita berdoa “Ya Allah, jika engkau menghendaki”

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah ia berkata: ‘Ya Allah, apabila Engkau sudi, makakabulkanlah do’aku ini,’
karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa Allah.”

Akan tetapi ada bebeberapa doa dalam sunnah yang menggunakan “InsyaAllah”, misalnya doa kepada orang yang sakit

لا بَأسَ طَهُورٌ إِن شَاءَ اللَّهُ

“ Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Allah .” (HR. Bukhari)

Maka jawabannya: ini adalah pengecualian pada doa ini saja, karena:

  1. Makna “InsyaAllah” bisa berarti tahqiq (تحقيق) yaitu sesuatu yang pasti
    Sebagaimana doa ketika masuk kuburan, lafadznya “kami akan menyusul kalian, insyaAllah” maka ini adalah pasti kita akan menyusul mereka dengan kematian

Syaikh Al-Abbad menjelaskan,

ﻓﻬﺬﺍ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻖ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺤﻘﻴﻖ؛ ﻷﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻠﺤﻖ ﺑﻬﻢ

“Ini bukan ta’liq (menggantungkan kehendak) tetapi tahqiq (kepastian), karena kita pasti menyusul orang yang mati”

  1. Ini adalah bentuk tabarruk bukan bentuk ta’liq (menggantungkan kehendak)

Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan,

“yang mengatakannya bisa jadi bermaksud tabarruk bukan ta’liq (menggantungkan kehendak)”

Karenanya lebih hati-hati adalah tidak mengucapkan “insya Allah” ketika berdoa tetapi memintalah dengan sungguh-sungguh dan yakin Allah mengabulkan dam tentunya dengan bersungguh-sungguh juga menempuh sebabnya

Sumber :

No Comments

Tinggalkan Komentar