Info
Saturday, 23 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

BANTU ANAK KENAL PERASAANNYA LEWAT TULISAN SEDERHANA

Wednesday, 6 August 2025 Oleh : admin

Penulis : Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kadiv. Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)

Anak-anak mengalami banyak hal setiap hari bermain, belajar, dimarahi, merasa senang, kecewa, iri, takut, bahkan bingung. Namun, sering kali mereka belum mampu menjelaskan semua itu dengan kata-kata. Emosi datang dan pergi begitu saja, tanpa mereka tahu namanya, apalagi cara menghadapinya. Salah satu cara sederhana dan menyenangkan untuk membantu anak mengenal perasaannya adalah lewat menulis atau lebih tepatnya, jurnaling sederhana. Anak belajar mengenal emosi lewat jurnal.

Apa Itu Jurnaling?

Jurnaling itu sebenarnya cuma kebiasaan menulis hal-hal yang kita rasakan atau alami setiap hari. Bisa dalam bentuk cerita, gambar, atau catatan kecil. Nggak harus panjang, nggak harus rapi, yang penting jujur dan dari hati. Buat anak-anak, jurnaling bisa jadi tempat aman untuk:

  1. Nulis apa yang bikin mereka senang;
  2. Curhat tentang hal yang bikin sedih atau marah; dan
  3. Ekspresikan rasa takut atau bingung yang susah dijelaskan ke orang dewasa.

Kenapa Jurnaling Penting Buat Anak?

  1. Bantu anak mengenali dan mengelola emosinya. Anak jadi lebih sadar: “Oh, aku lagi sedih karena tadi dimarahi”, atau “Aku senang karena main bareng teman.”
  2. Meningkatkan kemampuan komunikasi, anak belajar menyampaikan isi hati lewat kata-kata, yang nantinya berguna juga buat komunikasi sehari-hari.
  3. Melatih rasa syukur, anak bisa belajar menulis hal-hal kecil yang bikin mereka bahagia setiap hari.
  4. Menjadi teman refleksi, saat mereka membaca ulang tulisan mereka sendiri, anak bisa belajar dari pengalaman dan emosi masa lalu.

Tips Ngajarin Anak Jurnaling:

  1. Jangan paksa, tapi ajak dengan menyenangkan. Misalnya, “Yuk, kita bikin buku rahasia bareng yang isinya cerita kamu tiap hari!”
  2. Bebaskan bentuknya. Anak bisa menulis, menggambar, nempelin stiker, atau bikin komik mini. Semakin kreatif, semakin seru.
  3. Sediakan alat yang menarik. Buku catatan lucu, pulpen warna-warni, stiker, atau gambar yang bikin anak semangat nulis.
  4. Jadikan rutinitas ringan. Cukup 5–10 menit sebelum tidur. Bisa juga sambil ngobrol santai bareng orang tua.
  5. Hargai privasi anak. Jangan dibaca tanpa izin. Anak perlu tahu bahwa jurnalnya adalah ruang pribadinya.

Contoh Pertanyaan untuk Membantu Anak Menulis:

  • Hari ini kamu senang karena apa?
  • Apa hal paling seru yang terjadi tadi?
  • Apa yang bikin kamu marah atau kecewa?
  • Kalau kamu bisa ubah satu hal hari ini, apa itu?
  • Siapa yang pengin kamu bilang “terima kasih”?

Mengajarkan anak untuk jurnaling bukan soal membuat tulisan sempurna, tapi memberi ruang bagi mereka untuk merasa, mengenali, dan mengekspresikan diri. Anak-anak tidak selalu tahu bagaimana menjelaskan isi hati mereka. Tapi dengan bantuan tulisan sederhana satu kata, satu gambar, atau satu kalimat jujur mereka bisa mulai mengenal diri, menerima emosi, dan belajar mengelolanya. Dan dari kebiasaan kecil ini, pelan-pelan anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, tenang, dan penuh empati dimulai dari mengenal perasaannya sendiri.

No Comments

Tinggalkan Komentar