Penulis : Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kadiv. Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)
Anak-anak mengalami banyak hal setiap hari bermain, belajar, dimarahi, merasa senang, kecewa, iri, takut, bahkan bingung. Namun, sering kali mereka belum mampu menjelaskan semua itu dengan kata-kata. Emosi datang dan pergi begitu saja, tanpa mereka tahu namanya, apalagi cara menghadapinya. Salah satu cara sederhana dan menyenangkan untuk membantu anak mengenal perasaannya adalah lewat menulis atau lebih tepatnya, jurnaling sederhana. Anak belajar mengenal emosi lewat jurnal.
Apa Itu Jurnaling?
Jurnaling itu sebenarnya cuma kebiasaan menulis hal-hal yang kita rasakan atau alami setiap hari. Bisa dalam bentuk cerita, gambar, atau catatan kecil. Nggak harus panjang, nggak harus rapi, yang penting jujur dan dari hati. Buat anak-anak, jurnaling bisa jadi tempat aman untuk:
Kenapa Jurnaling Penting Buat Anak?
Tips Ngajarin Anak Jurnaling:
Contoh Pertanyaan untuk Membantu Anak Menulis:

Mengajarkan anak untuk jurnaling bukan soal membuat tulisan sempurna, tapi memberi ruang bagi mereka untuk merasa, mengenali, dan mengekspresikan diri. Anak-anak tidak selalu tahu bagaimana menjelaskan isi hati mereka. Tapi dengan bantuan tulisan sederhana satu kata, satu gambar, atau satu kalimat jujur mereka bisa mulai mengenal diri, menerima emosi, dan belajar mengelolanya. Dan dari kebiasaan kecil ini, pelan-pelan anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, tenang, dan penuh empati dimulai dari mengenal perasaannya sendiri.
Tinggalkan Komentar