Oleh : Bpk. Muhammad Donny Agusta, SE, MM
(Direktur YBIS)
Dalam perjalanan sebuah sekolah, interaksi antara guru dan wali murid adalah hal yang sangat penting. Komunikasi yang baik bisa menjadi jembatan yang mempererat kerja sama demi kemajuan anak. Tapi, tidak bisa dipungkiri, ada kalanya terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Entah itu soal laporan nilai, sikap anak di kelas, metode mengajar, atau ekspektasi yang belum tersampaikan dengan jelas.
Kenapa Salah Paham Bisa Terjadi?
Kesalahpahaman seringkali muncul karena:
Contohnya begini:
Seorang wali murid mendengar anaknya mengeluh, “Bu Guru galak banget, aku dimarahin terus.”
Tanpa mencari tahu duduk perkaranya, si wali langsung merasa kecewa dan menyampaikan komplain tanpa klarifikasi.
Padahal bisa jadi:
Anak memang tidak menyelesaikan tugas, atau justru guru sudah mengingatkan dengan nada tegas tapi tetap mendidik.
Lalu, Apa Solusinya?
Solusinya ada pada komunikasi yang terbuka dan penuh adab dari kedua belah pihak. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil:
Bagi Guru:
Bagi Wali Murid:
Sikap Terbaik yang Bisa Kita Lakukan
Penutup
Sekolah adalah rumah kedua bagi anak, dan hubungan antara guru dan wali murid ibarat dua tiang yang menopang atap rumah itu. Kalau salah satu tiang goyah karena salah paham, anak bisa jadi korban. Maka mari kita kuatkan komunikasi, jaga adab, dan bersinergi demi generasi masa depan yang lebih baik.
“Anak yang hebat lahir dari sinergi orang tua dan guru yang saling menghormati.”
Tinggalkan Komentar