Info
Monday, 18 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

ANTARA GURU DAN WALI MURID: SAAT SALAH PAHAM TERJADI, HARUS BAGAIMANA?

Monday, 1 September 2025 Oleh : admin

Oleh :  Bpk. Muhammad Donny Agusta, SE, MM
(Direktur YBIS)

Dalam perjalanan sebuah sekolah, interaksi antara guru dan wali murid adalah hal yang sangat penting. Komunikasi yang baik bisa menjadi jembatan yang mempererat kerja sama demi kemajuan anak. Tapi, tidak bisa dipungkiri, ada kalanya terjadi salah paham antara kedua belah pihak. Entah itu soal laporan nilai, sikap anak di kelas, metode mengajar, atau ekspektasi yang belum tersampaikan dengan jelas.

Kenapa Salah Paham Bisa Terjadi?

Kesalahpahaman seringkali muncul karena:

  • Kurangnya komunikasi dua arah.
  • Perbedaan sudut pandang: guru melihat dari sisi pendidikan dan kedisiplinan, wali murid dari sisi kasih sayang dan harapan.
  • Informasi yang tidak utuh: hanya mendengar cerita dari satu sisi (biasanya dari anak).
  • Emosi yang terburu-buru, langsung menilai sebelum bertanya.

Contohnya begini:

Seorang wali murid mendengar anaknya mengeluh, “Bu Guru galak banget, aku dimarahin terus.”
Tanpa mencari tahu duduk perkaranya, si wali langsung merasa kecewa dan menyampaikan komplain tanpa klarifikasi.

Padahal bisa jadi:

Anak memang tidak menyelesaikan tugas, atau justru guru sudah mengingatkan dengan nada tegas tapi tetap mendidik.

Lalu, Apa Solusinya?

Solusinya ada pada komunikasi yang terbuka dan penuh adab dari kedua belah pihak. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil:

Bagi Guru:

  • Selalu bersikap sabar dan terbuka saat wali menyampaikan unek-unek.
  • Jangan merasa diserang, tapi jadikan itu sebagai bentuk kepedulian orang tua terhadap anaknya.
  • Sampaikan penjelasan dengan bahasa yang tenang, tidak defensif.
  • Bila perlu, ajak wali berdiskusi bersama dengan anak sebagai pihak ketiga.

Bagi Wali Murid:

  • Jangan langsung menilai guru dari cerita sepihak anak.
  • Tanyakan langsung ke guru dengan nada yang baik dan terbuka: “Boleh saya tahu, kenapa anak saya merasa begini?”
  • Ingat, guru juga manusia, bisa salah, tapi niat mereka mendidik anak kita.
  • Hindari menyebarkan keluhan di grup wali murid sebelum dikonfirmasi kebenarannya.

Sikap Terbaik yang Bisa Kita Lakukan

  • Berprasangka baik (husnudzon).
  • Utamakan tabayyun sebelum menyimpulkan.
  • Jaga adab dalam komunikasi – baik secara langsung maupun lewat pesan.
  • Ingat tujuan bersama: mendidik anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas, dan berakhlak.

 

Penutup

Sekolah adalah rumah kedua bagi anak, dan hubungan antara guru dan wali murid ibarat dua tiang yang menopang atap rumah itu. Kalau salah satu tiang goyah karena salah paham, anak bisa jadi korban. Maka mari kita kuatkan komunikasi, jaga adab, dan bersinergi demi generasi masa depan yang lebih baik.

“Anak yang hebat lahir dari sinergi orang tua dan guru yang saling menghormati.”

No Comments

Tinggalkan Komentar