Oleh : Novalia Agustina, S.Pd.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Pernah melihat dua anak bertengkar karena hal sederhana, lalu keesokan harinya mereka kembali bermain seolah tidak pernah terjadi apa-apa? Bagi orang dewasa, keadaan seperti ini terkadang membuat bingung. Namun bagi anak, pertengkaran kecil bisa menjadi bagian dari proses belajar mengenal perasaan, memahami orang lain, dan membangun hubungan dengan teman.
Anak-anak masih belajar mengendalikan emosi. Ketika mainannya direbut, keinginannya tidak dituruti, atau terjadi kesalahpahaman, mereka mungkin menunjukkan kemarahan dengan cara yang sederhana. Setelah emosi mereda, mereka pun dapat kembali menyapa, bermain, dan tertawa bersama.
Di sinilah peran orang tua dan guru menjadi penting. Tidak setiap pertengkaran harus langsung dibawa menjadi masalah besar. Jika konfliknya ringan dan tidak membahayakan, anak dapat diberi kesempatan untuk belajar menyelesaikannya. Orang dewasa bisa membantu dengan mendengarkan cerita dari kedua pihak, mengajak anak mengenali perasaannya, kemudian membimbing mereka untuk meminta maaf, memaafkan, dan mencari solusi.
Pertengkaran kecil juga dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai empati. Anak belajar bahwa setiap orang bisa memiliki keinginan dan pendapat yang berbeda. Mereka juga belajar bahwa marah kepada teman tidak selalu berarti harus kehilangan teman.
Namun, memberi ruang bukan berarti membiarkan. Jika pertengkaran berubah menjadi kekerasan, penghinaan, ancaman, atau terjadi berulang hingga membuat anak merasa tidak aman, orang tua dan guru perlu turun tangan dengan tepat.
Sebab, dunia pertemanan anak bukan tentang siapa yang selalu menang atau siapa yang selalu benar. Lebih dari itu, mereka sedang belajar bagaimana bertengkar dengan sehat, berdamai dengan tulus, dan tetap menjadi teman setelah berbeda pendapat.
Hari ini mungkin mereka bertengkar. Besok bisa saja mereka kembali bermain bersama. Dari situlah anak belajar bahwa hubungan yang baik bukan berarti tanpa konflik, melainkan mampu menemukan jalan untuk berdamai.
Referensi
Tinggalkan Komentar