Info
Tuesday, 11 Aug 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

ANAK BERTENGKAR HARI INI, BESOK BISA BERTEMAN LAGI

Tuesday, 11 August 2026 Oleh : admin

Oleh : Novalia Agustina, S.Pd.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Pernah melihat dua anak bertengkar karena hal sederhana, lalu keesokan harinya mereka kembali bermain seolah tidak pernah terjadi apa-apa? Bagi orang dewasa, keadaan seperti ini terkadang membuat bingung. Namun bagi anak, pertengkaran kecil bisa menjadi bagian dari proses belajar mengenal perasaan, memahami orang lain, dan membangun hubungan dengan teman.

Anak-anak masih belajar mengendalikan emosi. Ketika mainannya direbut, keinginannya tidak dituruti, atau terjadi kesalahpahaman, mereka mungkin menunjukkan kemarahan dengan cara yang sederhana. Setelah emosi mereda, mereka pun dapat kembali menyapa, bermain, dan tertawa bersama.

Di sinilah peran orang tua dan guru menjadi penting. Tidak setiap pertengkaran harus langsung dibawa menjadi masalah besar. Jika konfliknya ringan dan tidak membahayakan, anak dapat diberi kesempatan untuk belajar menyelesaikannya. Orang dewasa bisa membantu dengan mendengarkan cerita dari kedua pihak, mengajak anak mengenali perasaannya, kemudian membimbing mereka untuk meminta maaf, memaafkan, dan mencari solusi.

Pertengkaran kecil juga dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai empati. Anak belajar bahwa setiap orang bisa memiliki keinginan dan pendapat yang berbeda. Mereka juga belajar bahwa marah kepada teman tidak selalu berarti harus kehilangan teman.

Namun, memberi ruang bukan berarti membiarkan. Jika pertengkaran berubah menjadi kekerasan, penghinaan, ancaman, atau terjadi berulang hingga membuat anak merasa tidak aman, orang tua dan guru perlu turun tangan dengan tepat.

Sebab, dunia pertemanan anak bukan tentang siapa yang selalu menang atau siapa yang selalu benar. Lebih dari itu, mereka sedang belajar bagaimana bertengkar dengan sehat, berdamai dengan tulus, dan tetap menjadi teman setelah berbeda pendapat.

Hari ini mungkin mereka bertengkar. Besok bisa saja mereka kembali bermain bersama. Dari situlah anak belajar bahwa hubungan yang baik bukan berarti tanpa konflik, melainkan mampu menemukan jalan untuk berdamai.

Referensi

  • Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, “Tips Membantu Anak Menyelesaikan Konflik Saat Bermain
  • Universitas Negeri Surabaya, “Healthy Conflict: Mengapa Perselisihan Kecil Penting bagi Perkembangan Sosial Anak?
  • Mardiyani & Widyasari, “Interaksi Teman Sebaya dalam Mengembangkan Perilaku Sosial Anak Usia Dini,” Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (2023).
  • Hanifa & Lestari, “Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perkembangan Emosional Anak,” Jurnal Pendidikan Tambusai.

No Comments

Tinggalkan Komentar