Info
Wednesday, 05 Aug 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MEMBANGUN GENERASI CERDAS DIMULAI DARI KEBIASAAN MEMBACA

Wednesday, 5 August 2026 Oleh : admin

Oleh : Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kepala Devisi Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan literasi yang ditanamkan sejak usia dini akan menjadi bekal penting bagi anak untuk meraih keberhasilan di masa depan.

Masa kanak-kanak merupakan periode emas (golden age) dalam perkembangan otak. Pada masa ini, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Oleh karena itu, mengenalkan buku dan kegiatan membaca sejak dini akan membantu mengembangkan kemampuan bahasa, daya pikir, kreativitas, serta membentuk karakter yang positif.

  • Mengapa Literasi Sejak Dini Sangat Penting?
  • Anak yang terbiasa membaca akan memperoleh banyak manfaat, di antaranya:
  • Menambah kosakata dan kemampuan berkomunikasi.
  • Melatih daya konsentrasi dan fokus.
  • Mengembangkan imajinasi serta kreativitas.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri saat belajar.
  • Membentuk karakter positif seperti disiplin, rasa ingin tahu, empati, dan tanggung jawab.
  • Menjadikan belajar sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Cara Menumbuhkan Kebiasaan Literasi pada Anak

Membangun kebiasaan membaca tidak harus dimulai dengan waktu yang lama. Yang terpenting adalah konsisten setiap hari.

  1. Kenalkan Buku Sejak Usia Dini

Pengenalan buku dapat dimulai bahkan sejak anak masih bayi. Pilihlah buku yang sesuai dengan tahap perkembangannya, seperti buku kain, buku berbahan tebal (board book), buku bergambar, atau buku dengan warna-warna cerah. Saat anak mulai bertambah usia, berikan buku cerita sederhana yang memiliki gambar menarik dan kalimat yang mudah dipahami.

Biarkan anak memegang, membuka, dan membalik halaman buku sendiri. Jangan khawatir jika awalnya anak hanya melihat gambar atau bermain dengan bukunya. Hal tersebut merupakan bagian dari proses mengenalkan buku sebagai benda yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membebani.

  1. Bacakan Cerita Setiap Hari

Luangkan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari untuk membacakan cerita. Momen sebelum tidur merupakan waktu yang sangat baik untuk membangun kebiasaan ini.

Saat membacakan cerita, gunakan intonasi suara yang berbeda untuk setiap tokoh, tunjukkan ekspresi wajah, dan sesekali ajukan pertanyaan sederhana seperti, “Menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya?” atau “Mengapa tokoh ini bersikap seperti itu?”

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa anak, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Anak akan mengasosiasikan membaca sebagai aktivitas yang hangat, menyenangkan, dan penuh kasih sayang.

  1. Jadilah Teladan bagi Anak

Anak belajar melalui apa yang mereka lihat. Jika orang tua atau guru sering membaca buku, koran, atau majalah, anak akan menganggap membaca sebagai kebiasaan yang wajar dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, jika orang dewasa lebih sering bermain gawai daripada membaca, anak cenderung meniru kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk membaca bersama anak. Misalnya, orang tua membaca buku favoritnya sementara anak membaca atau melihat buku miliknya. Kebiasaan sederhana ini akan menumbuhkan budaya literasi di rumah maupun di sekolah.

  1. Ciptakan Sudut Baca yang Nyaman

Sediakan tempat khusus untuk membaca dengan suasana yang nyaman. Tidak perlu mewah, cukup bersih, terang, dan dipenuhi beberapa buku favorit anak. Libatkan anak dalam menata sudut baca sehingga mereka merasa memiliki tempat tersebut dan lebih semangat menggunakannya.

  1. Libatkan Anak Berdiskusi

Setelah membaca, ajak anak berbicara mengenai isi cerita. Tanyakan tokoh favoritnya, pelajaran yang didapat, atau bagaimana akhir cerita menurut pendapatnya. Diskusi sederhana ini melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan daya ingat, memperkaya kosakata, serta membangun rasa percaya diri anak saat menyampaikan pendapat.

  1. Batasi Penggunaan Gawai Secara Bijak

Penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengurangi minat anak terhadap buku karena anak lebih mudah tertarik pada hiburan yang bergerak dan interaktif. Oleh sebab itu, orang tua perlu membuat aturan yang jelas mengenai waktu penggunaan gadget sesuai usia anak.

Sebagai alternatif, isi waktu luang anak dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca buku, menggambar, bermain permainan edukatif, atau melakukan aktivitas di luar rumah. Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh dengan tidak terlalu sering menggunakan gawai saat bersama anak. Apabila menggunakan perangkat digital, pilihlah aplikasi atau buku digital yang bersifat edukatif dan dampingi anak selama menggunakannya. Batasi penggunaan gadget agar anak memiliki lebih banyak waktu untuk membaca, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

  1. Berikan Apresiasi

Setiap kemajuan anak dalam membaca layak mendapatkan penghargaan. Apresiasi tidak selalu berupa hadiah atau barang, tetapi dapat berupa pujian, pelukan, tepuk tangan, atau ucapan sederhana seperti, “Hebat, hari ini kamu sudah selesai membaca satu cerita.”

Orang tua juga dapat membuat tantangan membaca, misalnya membaca lima buku dalam satu bulan, kemudian memberikan penghargaan sederhana ketika target tercapai. Cara ini akan meningkatkan motivasi anak tanpa membuat mereka merasa tertekan.

Yang perlu diingat, hindari membandingkan kemampuan membaca anak dengan teman atau saudaranya. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Fokuslah pada perkembangan masing-masing anak dan terus berikan dukungan agar mereka semakin mencintai dunia literasi.

Literasi adalah Investasi Masa Depan

Setiap halaman buku yang dibaca anak merupakan langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah. Kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Mari kita mulai dari hal sederhana. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca bersama anak. Karena anak yang gemar membaca hari ini adalah pemimpin, inovator, dan pembelajar sepanjang hayat di masa depan.

 

No Comments

Tinggalkan Komentar