Info
Monday, 03 Aug 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

SUDAH MERDEKA DARI PENJAJAH, TAPI SUDAHKAH KITA MERDEKA MENURUT ISLAM?

Monday, 3 August 2026 Oleh : admin

Oleh : Wahyu Asikin, M.Pd.Gr.
Kepala SD Yaa Bunayya Islamic School Palembang

Bismillahirrahmanirrahim

Tanggal 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita patut bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat kemerdekaan, keamanan, dan kedamaian yang dapat kita rasakan hingga hari ini. Berkat perjuangan para pahlawan, bangsa Indonesia dapat hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Namun, bagi seorang muslim, kemerdekaan memiliki makna yang lebih dalam. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika hati dan jiwa hanya tunduk kepada Allah Ta’ala. Seorang muslim yang merdeka adalah mereka yang bebas dari kesyirikan, mampu mengendalikan hawa nafsunya, dan tidak diperbudak oleh gemerlap dunia.

Merdeka dengan Bertauhid kepada Allah

Kemerdekaan yang paling utama adalah terbebas dari kesyirikan. Seorang muslim hanya beribadah, berdoa, dan berharap kepada Allah Ta’ala, bukan kepada selain-Nya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Menjadi hamba Allah adalah kemerdekaan yang hakiki. Barang siapa yang tidak menghamba kepada Allah, maka ia akan menjadi hamba bagi selain-Nya.” (Majmu’ Al-Fatawa, 8/306)

Allah Ta’ala juga berfirman:

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah, kepada sesuatu yang tidak dapat memperkenankan doanya sampai hari Kiamat.” (QS. Al-Ahqaf: 5)

Ayat ini mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Inilah bentuk kemerdekaan yang paling mulia.

Merdeka dari Hawa Nafsu

Islam juga mengajarkan agar kita tidak menjadi budak hawa nafsu. Seorang muslim berusaha menahan keinginannya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41)

Merdeka dari Cinta Dunia

Harta, jabatan, dan berbagai kenikmatan dunia adalah ujian dari Allah. Seorang mukmin tidak diperbudak oleh semua itu. Ketika diberi nikmat, ia bersyukur. Ketika diuji dengan kesulitan, ia tetap bersabar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ditimpa kesusahan, ia bersabar.” (HR. Muslim no. 2999)

Menjadi Generasi Muslim yang Benar-Benar Merdeka

Momentum Hari Kemerdekaan hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua, terutama anak-anak, bahwa kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan. Kemerdekaan yang lebih penting adalah kebebasan untuk beribadah kepada Allah, menjaga tauhid, menaati syariat-Nya, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Semoga melalui pendidikan di rumah dan di sekolah, lahir generasi muslim yang mencintai agama dan negaranya, berakhlak mulia, serta hanya bergantung kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan.

اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا، وَأَدِمْ عَلَيْنَا نِعْمَةَ الْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُوَحِّدِينَ

Ya Allah, jagalah negeri kami, limpahkan kepada kami nikmat keamanan dan keimanan, serta jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertauhid.” Aamiin.

 

Referensi:

No Comments

Tinggalkan Komentar