Oleh : Gita Rachma Yuandini, S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Masa Sekolah Dasar (SD) adalah golden age kedua bagi anak untuk belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Melatih anak untuk mandiri bukan berarti membiarkan anak melakukan segala hal tanpa batuan, melainkan tentang rasa percaya diri dan kemampuan mengambil keputusan sederhana.
Agama Islam sangat menekankan agar setiap individu tidak bergantung pada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa sejak dini, anak perlu menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab atas diri mereka sendiri.
Berikut beberapa strategi praktis untuk membentuk kemandirian anak :
Berikan anak tugas rutin yang sesuai dengan usianya, seperti merapikan bekas makan setelah makan, merapikan tempat tidur sendiri, menyiapkan buku pelajaran sesuai jadwal, atau membantu orang tua menyiapkan bekal.
Berikan pilihan terbatas untuk melatih logika berpikir anak dan membuat anak merasa memiliki peran dalam keluraga. Misalnya, memilih menu bekal, memilih pakaian untuk bermain, memilih warna cat kamar.
Jangan terburu-buru membantu anak saat kesulitan melalukan sesuatu. Alih-alih membantu langsung, lebih baik berikan instruksi verbal atau contoh, lalu biarkan anak mencoba hingga berhasil.
Berikan apresiasi pada setiap proses yang anak lakukan, seperti diberi pujian, diberi tambahan waktu bermain, atau bahkan diberi hadiah sederhana.
Kemandirian tidak tumbuh dalam sehari dua hari, namun ia tumbuh dari hasil rutinitas dan kepercayaan yang diberikan orang dewasa, serta lingkungan yang mendukung. Dengan menerapkan sinergi anatara nilai agama, pembiasaan di rumah, dan kedisiplinan di sekolah, anak usia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Sumber Referensi:
Tinggalkan Komentar