Info
Sunday, 17 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MEMBACA MEMBUKA CAKRAWALA ILMU

Tuesday, 9 December 2025 Oleh : admin

Oleh: Ari Septiawati,M.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Membaca Adalah cakrawala ilmu, yang bermakna melalui membaca kita dapat membuka pikiran dan memperoleh pengetahuan (ilmu) yang luas. Membaca merupakan proses untuk mendapatkan informasi baru kemudian mengolah informasi melalui berfikir secara kritis dan kreatif sehingga kita dapat memahami dan memperdalam pengetahuan. Membaca merupakan Langkah pertama dalam belajar, sebagaiman Allah berfirman:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat di atas menegaskan bahwa pertama yang perlu dilakukan saat belajar yaitu membaca, membaca dan kemudian menulis. Membaca memepunyai peran penting dalam proses seseorang belajar. Seorang perlu mempunyai keterampilan membaca yang baik untuk memperdalam ilmu pengetahuannya. Keterampilan membaca dibedakan menjadi tiga tingkatan menurut para ahli yaitu membaca cepat, membaca pemahaman, dan membaca kritis.

Keterampilan membaca cepat merupakan keterampilan yang mengutamakan kecepatan membaca tanpa mengabaikan pemahaman. Menurut Tampubolon (2015) mengukur kecepatan membaca dapat diukur melalui banyak jumlah kata yang dibaca per-menit, sedangkan pemahaman diukur melalui hasil presentase jawaban banar terhadap pertanyaan isi bacaan. Membaca cepat memuat dua keterampilan penting yaitu membaca cepat dengan tepat secara pelafalan dan memahami teks bacaan yang dibaca. Pengukuran keterampilan membaca cepat dapat diukur melalui rumus berikut:

Membaca pemahaman merupakan keterampilan reseptif yang bertujuan untuk membahami informasi yang disampaikan penulis melalui bacaan. Menurut Somadyo (2011) membaca pemahaman yaitu intergrasi pengetahuan dan pengalaman pembaca untuk memahami isi bacaan secara menyeluruh. Menurut Pourhosein & Sabouri (2016) membaca pemahaman merupakan proses membaca dengan memahami secara menyeluruh, melibatkan sosiasi antara makna dan symbol kata, penilaian terhadap konteks makna, pemilihan kata yang tepat selama proses membaca dan menggunakan gagasan tersebut dalam berbagai aktivitas di masa kini ataupun masa depan. Membaca pemahaman mengabungkan kapasitas kognitif, motivasi, dan berbagai pengetahuan.

Membaca kritis yaitu keterampilan mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan seluruh makna bacaan baik makna tersurat maupun makna tersirat. Membaca kritis merupakan perpaduan antara membaca dan menulis (mengasilkan tulisan). Membaca kritis merupakan keterampilan menaksir idiologi penulis dalam memberikan pandangan yang diutarakan. Penaksiran ditinjau dari temuan, pengetahuan, pengalaman, dan Kesimpulan penulis yang disampaikan melalui tulisan. Ciri pemabaca kritis yaitu melibatkan kemampuan berfikir kritis, mengkritisi pendapat penulis, berusaha mencari kebenaran hakiki, mengkritisi permasalahan pada gagasan bacaan, mengolah bahan bacaan, dan menerapkan bacaan yang dibaca.

Terdapat metode dan strategi membaca yang dapat diterapkan untuk diimplementasikan di kelas atau kelompok belajar. Metode ini dinilai mudah untuk diadaptasi dan diterapkan terhadap anak yang memiliki kesulitan belajar dan pembaca pemula secara individual. Westwood (2002) mengembangkan dua strategi dan metode belajar yaitu DRTA (Directed reading-thinking activity) dan PQRS (Priview- question-read-summarise).

Pendekatan DRTA mengubungkan antara proses berfikir dan aktivitas membaca. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepada anak dalam menganalisis informasi yang disampaikan oleh penullis. Pendekatan DRTA melibatkan pembaca dalam tiga hal dasar yaitu memprediksi informasi temuan dari teks, membaca teks dengan cermat, membuktikan dengan membuat Kesimpulan. Keterlibatan fasilitator yang besar untuk menggugah pikiran anak dengan berbagai pertanyaan, seperti: menurutmu apa yang akan terjadi? Apakah ini sesuai? Bagaimana perasaanmu? Bagaimana pendapatmu tentang itu?.

Pendekatan PQRS merupakan rencana Tindakan Langkah bertahap yang diterapkan pada anak melalui tugas membaca (reading assignment). Westwood (1997) mengemukakkan Langkah-langkahnya sebagai berikut: meninjau (preview), mempertanyakan (question), membaca (read), dan meringkas (summarise). Meninjau (priview) yaitu kegiatan scaning terhadap temuan pada teks bacaan, mempertanyakan (question) membuat beberapa pertanyaan dari teks bacaan, membaca (read) membaca teks bacaan secara cermat untuk mendapatkan informasi, dan meringkas (summarise) menarik Kesimpulan dari teks bacaan.

Referensi:

https://www.detik.com/jogja/berita/d-7827111/surat-al-alaq-1-5-arab-latin-dan-artinya-beserta-cara-mengamalkannya.

https://www.mandandi.com/2021/10/keterampilan-membaca-pengertian-tujuan.html.

Pourhosein Gilakjani, A., & Sabouri, N. B. (2016). How can students improve their reading comprehension skill. Journal of Studies in Education6(2), 229.

Sudiati.   2019.   Pendalaman   Materi   Bahasa   Indonesia   Modul   4 Keterampilan Berbahasa Reseptif. Kemdikbud.
Westwood, P. S. (1997). Commonsense methods for children with special needs: Strategies for the regular classroom. Psychology Press.

No Comments

Tinggalkan Komentar