Info
Saturday, 23 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

MENGHADAPI ANAK YANG SERING MEMBANTAH

Friday, 17 October 2025 Oleh : admin

Artikel by : Destiana.S.Pd
Guru SD YBIS

Anak yang suka membantah sering bikin orang tua kesal. Tapi sebenarnya, perilaku itu nggak selalu buruk. Membantah bisa jadi tanda bahwa anak sedang belajar berpendapat dan menunjukkan kemandirian. Yang penting, orang tua tahu cara menanggapinya dengan bijak.

  1. Pahami Dulu Alasannya

Sebelum marah, coba pahami kenapa anak membantah. Bisa jadi dia merasa tidak

didengar, lelah, atau cuma ingin diperhatikan. Tanyakan dengan nada tenang, “Kamu kenapa nggak mau?” Dengan begitu, anak merasa dihargai dan lebih mudah diajak bicara.

  1. Bedakan Antara Membantah dan Berpendapat

Anak yang berani bicara belum tentu tidak sopan. Kalau anak menolak tapi masih dengan nada baik, itu artinya dia sedang belajar mengutarakan pendapat. Namun, kalau anak berbicara kasar atau menantang, orang tua tetap perlu menegaskan batas dengan lembut: “Kamu boleh berpendapat, tapi jangan membentak, ya.”

  1. Tetap Tenang dan Tegas

Kalau orang tua ikut emosi, suasana malah makin panas. Anak cenderung meniru reaksi

orang tuanya. Jadi, usahakan tetap tenang tapi tegas. Misalnya, “Mama dengar kamu

nggak setuju, tapi sekarang waktunya mandi dulu. Nanti kita bahas lagi, ya.” Dengan cara

ini, anak tahu aturan tetap berlaku tapi tetap merasa didengar.

  1. Ajak Anak Komunikasi, Bukan Konfrontasi

Daripada memaksa anak diam, ajak bicara dengan cara yang membangun kedekatan. Kadang anak membantah karena ingin merasa punya pilihan. Coba beri dua opsi, seperti, “Kamu mau ngerjain PR sekarang atau setelah makan?” Anak jadi tetap nurut tapi juga belajar bertanggung jawab.

  1. Konsisten dengan Aturan

Anak butuh batas yang jelas. Kalau aturan sering berubah, anak akan bingung dan lebih sering berdebat. Jadi, buat aturan yang sederhana tapi konsisten, misalnya waktu tidur atau waktu bermain gadget. Konsistensi bikin anak belajar disiplin tanpa harus dimarahi terus.

  1. Beri Apresiasi

Saat anak mulai menurunkan nada bicara atau patuh tanpa marah, jangan lupa beri pujian kecil. Kalimat sederhana seperti, “Mama senang kamu ngomongnya sopan banget tadi,” bisa bikin anak merasa dihargai dan ingin terus berperilaku baik.

Kesimpulan

Anak yang suka membantah bukan berarti nakal, tapi sedang belajar mengekspresikan diri. Tugas orang tua adalah mengajarkan cara berbicara yang sopan tanpa mematikan pendapatnya. Dengan komunikasi yang tenang, aturan yang konsisten, dan kasih sayang, anak akan belajar menghargai orang lain sekaligus berani menyampaikan pikirannya.

No Comments

Tinggalkan Komentar