Penulis: Alpiah,S.Pd.Gr
(Guru TK YBIS Sako)
Alhamdulillah, wa shalaatu’ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in
Sejak ada istilah baper maka kita melupakan sisi empati kepada orang lain. Namun bukan berarti ktia menjadi orang yang tidak memiliki empati. Saat kita menyadari bahwa apa yang kita lakukan itu melukai orang lain, maka jangan menganggap itu hal yang biasa dan orang tersebut Baper dengan hal itu. Dunia kerja pasti ada hal yang membuat perasaan kita tidak nyaman. Menuntut orang lain untuk memahami perasaan kita dan meminta maaf seperti nya sulit. Jadi, lebih baik kita yang mengelola sendiri bagaimana ketika perasaan tidak nyaman itu datang kepada diri kita.
Baper, istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu sensitif dan mudah terpengaruh oleh perasaan atau emosi. Namun, apa sebenarnya yang membuat seseorang menjadi baper? Dan bagaimana cara mengatasi perasaan yang berlebihan ini?
Mengapa Baper?
Baper dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Pengalaman masa lalu: Pengalaman masa lalu yang traumatis atau negatif dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah terpengaruh oleh perasaan atau emosi.
- Kurangnya kepercayaan diri: Kurangnya kepercayaan diri dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap kritik atau komentar negatif dari orang lain.
- Stres dan kecemasan: Stres dan kecemasan dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah terpengaruh oleh perasaan atau emosi.
Tanda-Tanda Baper
- Reaksi emosi yang kuat: Orang yang baper cenderung memiliki reaksi emosi yang kuat dan berlebihan terhadap situasi atau peristiwa tertentu.
- Sensitif terhadap kritik: Orang yang baper cenderung sangat sensitif terhadap kritik atau komentar negatif dari orang lain.
- Mudah tersinggung: Orang yang baper cenderung mudah tersinggung dan merasa terluka oleh kata-kata atau tindakan orang lain.
Cara Mengatasi Baper
- Mengenal diri sendiri: Orang yang baper perlu mengenal diri sendiri dan memahami apa yang memicu reaksi emosi mereka.
- Mengelola stres: Orang yang baper perlu mengelola stres dan kecemasan dengan cara yang sehat, seperti olahraga atau meditasi.
- Membangun kepercayaan diri: Orang yang baper perlu membangun kepercayaan diri dan percaya diri dalam menghadapi situasi atau peristiwa tertentu.
Manfaat Mengatasi Baper
- Meningkatkan kepercayaan diri: Mengatasi baper dapat meningkatkan kepercayaan diri dan percaya diri dalam menghadapi situasi atau peristiwa tertentu.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi: Mengatasi baper dapat meningkatkan kemampuan komunikasi yang efektif dan mengungkapkan perasaan dan kebutuhan dengan lebih baik.
- Mengurangi stres dan kecemasan: Mengatasi baper dapat mengurangi stres dan kecemasan yang terkait dengan reaksi emosi yang kuat dan berlebihan.
Dengan memahami dan mengatasi baper, seseorang dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan mengurangi stres dan kecemasan. Jadi, jangan biarkan baper menguasai hidupmu! Dan katakan pada diri sendiri “Baper ? No Way!”
Sumber :
https://www.loop-indonesia.com/mengelola-baper-di-tempat-kerja/
Tinggalkan Komentar