Info
Tuesday, 26 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

EMPAT KALIMAT THAYYIBAH BERBUAH KEBAIKAN

Tuesday, 14 October 2025 Oleh : admin

oleh: Ari Septiawati,M.Pd
(Guru SD YBIS)

Bismillahirrahmanirrahim, 

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarga dan sahabatnya.

Kalimat thayyibah adalah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yaitu al-kalimatu thayyibatu (الطَّيِّبَةُ الْكَلِمَةُ). Al-kalimatu (الْكَلِمَةُ) memiliki makna kata atau kalimat dan Thayyibatu (الطَّيِّبَةُ) memiliki arti baik. Jadi al-kalimatu thayyibah artinya adalah kata atau kalimat baik yang disyariatkan untuk diucapkan pada keadaan-keadaan tertentu. Kalimat thayyibah mengandung doa (permohonan) dan dzikir (mengingat) kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga apabila diucapkan dapat berbuah kebaikan.

Terdapat empat kalimat thayyibah yang mudah untuk diucapkan yang berbuah kebaikan. Empat kalimat thayyibah ini disyariatkan untuk diucapkan supaya lisan terus basah dengan dzikrullah, diantaranya yaitu Subhanallah, Walhamdulillah, laa ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Bahkan dalam sebuah riwayah Abu Hurairah disebutkan bahwa keempat kalimat thayyibah tersebut lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dari Abu Hurairah, dia berkata:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim no. 2695).

 

  1. Lafadz Tasbih (Subhanallah)

Lafadz tasbih yaitu Subhanallah yang artinya “Maha Suci Allah”. Lafadz tasbih mengingatkan kita untuk mensucikan Allah dari segala kekurangan yang tidak layak bagi-Nya. Kita disyariatkan membaca subhanallah saat melihat dan mendengarkan hal yang tidak pantas bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, boleh juga mengucapkan tasbih saat merasa kagum terhadap sesuatu, tetapi para ulama menganjurkan untuk membaca Maa Syaa Allah ketika kagum.

  1. Lafadz Tahmid (Alhamdulillah)

Lafadz tahmid yaitu alhamdulillahi rabbil ‘alamin yang artinya “Segala puji hanya bagi Allah, Rabb (Tuhan) Semesta Alam”. Lafadz tahmid mengingatkan kita untuk memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada Allah ta’ala. Karena Allah ta’ala pemberi nikmat yang banyak dan tak terhingga kepada semua makhluk-Nya. Sehingga kita wajib mensyukuri dan berterima kasih kepada Allah dengan cara memuji dan mengagungkan-Nya. Lafadz tahmid disyariatkan untuk dibaca setelah melakukan aktivitas, seperti setelah makan dan minum, setelah belajar, setelah bersin, dan setelah mendapatkan kenikmatan.

  1. Lafadz Tahlil (laa ilaaha illallah)

Lafadz tahlil yaitu laa ilaha illallah yang artinya “tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah”. Lafadz tahlil mengingatkan kita untuk berbuat ikhlas dan mentauhidkan Allah ta’ala serta berlepas diri dari kesyirikan. Lafadz tahlil disyariatkan diucapkan saat hendak masuk agama islam, karena  bacaan tahlil ada pada lafadz syahadat, sebagai bacaan dzikir setelah shalat, dan mentalqin orang yang dalam keadaan sakaratul maut.

  1. Lafadz Takbir (Allahu akbar)

Lafadz takbir yaitu Allahu akbar yang artinya “Allah Maha Besar”. Lafadz takbir mengingatkan kita untuk menetapkan keagungan atau kebesaran kepada Allah ta’ala dan tidak ada yang dapat menandingi kebesaran-Nya. Lafadz takbir disyariatkan diucapkan ketika melihat tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, serta ketika melewati jalan yang menanjak. Selain itu Rasulullah mebaca tasbih, tahmid, dan takbir menjadi dzikir rutin setelah shalat.

 

Dalam sebuah riwayat Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah meriwayatkan keutamaan bagi hamba yang mengucapkan kalimat thayyibah. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Allah memberikan kebaikan dan menggugurkan dosa bagi hamba-Nya yang mengucapkan keempat kalimat thayyibah, sebagaimana sabda rasul:

 

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنَ الْكَلاَمِ أَرْبَعاً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِشْرِينَ حَسَنَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ عِشْرِينَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلاَثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلاَثُونَ سَيِّئَةً

 

Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR. Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih).

Keempat kalimat thayyibah tersebut bukan hanya mudah diucapkan secara lisan, namun juga sebagai tadabur nafs dan dan tadabur qolbi yang berbuah kebaikan dari Allah ta’ala. Semoga Allah mudahkan lisan kita untuk mengucap amalan sederhana sehingga lisan kita basah karena dzikrullah.

Wallahu a’lam bish shawab, Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

 

Referensi:

 

No Comments

Tinggalkan Komentar