Info
Monday, 25 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

JANGAN LEWATKAN! PUASA ARAFAH DAPAT MENGHAPUS DOSA 2 TAHUN!

Monday, 25 May 2026 Oleh : admin

Oleh : Ismarani Nursa’diah, S.Pd.
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)

Bismillahirrahmanirrahim

Puasa Arafah merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat ketika jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Para ulama menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dan sayang untuk dilewatkan.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Hadis ini adalah dalil tentang keutamaan puasa di hari Arafah dan besarnya pahala puasa ini di sisi Allah Ta’ala, di mana ia menghapus dosa selama dua tahun.

Yang dianjurkan untuk berpuasa di hari Arafah hanyalah orang-orang yang tidak sedang berhaji. Adapun jemaah haji, maka tidak dianjurkan bagi mereka untuk berpuasa. Bahkan mereka berbuka (tidak puasa) sebagai bentuk meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaknya seorang muslim yang mukim (tidak sedang safar berhaji) bersemangat untuk berpuasa pada hari yang agung ini sebagai bentuk usaha untuk meraih pahala.

Apabila hari Arafah bertepatan dengan hari Jumat, maka tidak mengapa untuk berpuasa. Adapun dalil tentang pelarangan berpuasa di hari Jumat hanyalah berlaku apabila mengkhususkan berpuasa pada hari tersebut. Sedangkan pada hari Arafah, berpuasa pada hari tersebut berdasarkan maknanya, baik bertepatan dengan hari Jumat ataupun selainnya. Hal ini menunjukkan bahwa hari Jumat bukanlah hari yang dimaksudkan dari puasa tersebut.

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

Seorang muslim hendaknya antusias untuk berdoa dalam rangka meraih keutamaan dan harapan untuk diijabah. Karena sesungguhnya, doa seorang yang sedang berpuasa itu mustajab, begitu pula berdoa ketika waktu berbuka; betapa dekatnya doa itu untuk dikabulkan dan betapa layaknya untuk diterima!

Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih).

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).

 

Semoga Allah beri hidayah pada kita untuk terus beramal sholih.

 

Sumber :

https://muslim.or.id/18509-keutamaan-puasa-arafah.html

https://muslimah.or.id/18217-keutamaan-puasa-pada-hari-arafah.html

https://rumaysho.com/2909-puasa-arafah-menghapuskan-dosa-2-tahun.html

No Comments

Tinggalkan Komentar