Oleh : Ari Saputra, S.Sos., M.Pd., Gr.
(Wakil Kurikulum SD Islam Yaa Bunayaa Palembang)
Bismillahirrahmanirrahim
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak jarang mengucapkan suatu janji, pernyataan, atau komitmen tertentu. Namun, dalam perjalanannya, ada yang kemudian mengingkari ucapan tersebut. Dalam Islam, sikap seperti ini bukanlah perkara ringan, karena berkaitan erat dengan kejujuran, amanah, dan akhlak seorang muslim.
Pentingnya Menjaga Ucapan
Islam sangat menekankan agar setiap muslim menjaga lisannya. Ucapan bukan sekadar kata-kata, tetapi memiliki konsekuensi di hadapan Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2–3)
Ayat ini menunjukkan bahwa mengingkari ucapan sendiri termasuk perbuatan yang dibenci oleh Allah.
Mengingkari Janji Termasuk Ciri Kemunafikan
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa salah satu tanda orang munafik adalah ketika ia berjanji lalu mengingkarinya. Dalam hadits disebutkan:
“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa mengingkari janji bukan hanya kesalahan biasa, tetapi bisa menyeret seseorang pada sifat kemunafikan—na’udzubillah.
Penjelasan Ulama
Dalam penjelasan di situs Rumaysho, disebutkan bahwa mengingkari janji hukumnya haram jika sejak awal memang berniat untuk tidak menepatinya. Adapun jika seseorang berniat menepati, namun kemudian tidak mampu karena uzur syar’i, maka tidak termasuk dosa, selama ia berusaha dan meminta maaf.
Sementara itu, dalam kajian di Almanhaj dijelaskan bahwa menepati janji adalah bagian dari akhlak mulia dan bentuk ketakwaan. Sebaliknya, mengingkari janji termasuk bentuk khianat terhadap amanah.
Rincian Hukum Mengingkari Ucapan
Para ulama merinci hukum mengingkari ucapan sebagai berikut:
Dampak Buruk Mengingkari Janji
Beberapa dampak dari kebiasaan mengingkari ucapan:
Sebaliknya, menepati janji akan mendatangkan keberkahan dan meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah.
Penutup
Seorang muslim sejatinya adalah orang yang menjaga lisannya dan menepati setiap ucapan yang ia keluarkan. Jika belum mampu menepati, maka sebaiknya tidak mudah berjanji. Karena setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.
Sumber
Tinggalkan Komentar