OLEH : ARI SEPTIAWATI.M.Pd
(GURU SD YBIS)
Harta bisa berdampak besar dalam kehidupan seseorang muslim. Harta menjadi hal yang paling kursial dalam kesejahteraan dalam kehidupan. Jika tidak dikelola dengan baik, harta bisa jadi sumber masalah dalam keluarga. Namun di tangan seorang Muslim yang sholeh, harta bisa jadi sarana untuk beribadah dan menjalin ukhuwah yang baik dengan sesama muslim.
Salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang sangat mulia dan dijamin masuk surga karena kedermawanan. Beliau Abdurrahman bin ‘Auf Al-Qurasyi Az-Zuhri dikenal karena kekayaannya dan keahliannya dalam berdagang. Beliau adalah orang yang dermawan dan rendah hati, sehingga dijuluki Al-Ghaniyyusy-Syākir yang berarti “orang kaya yang bersyukur”.
Abdurrahman bin ‘Auf pernah menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar dan membagikannya kepada fakir miskin bani Zuhrah, orang-orang yang membutuhkan, dan kepada Ummahâtul Mukminin (para istri Nabi ﷺ). Dalam Al-Qur’an, Allah Azza wa Jalla memuji orang yang memberi makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan karena mengharapkan keridhaan Allah. Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا﴿٨﴾ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allâh, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. (QS. Al-Insan/76:8-9).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta terbaik adalah yang dimiliki laki-laki yang salih.” Harta seperti ini bisa jadi energi untuk masa depan cerah dan membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Harta juga bisa digunakan untuk dakwah dan jihad di jalan Allah. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَ الْـمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ
“Harta terbaik adalah yang dimiliki laki-laki yang salih”. (HR.Ahmad dalam musnad dengan sanad hasan, juz 4, no. 197 dan 202)
Nabi juga memuji Muslim yang dermawan dan membelanjakan hartanya dalam kebaikan. Dalam sebuah hadits dari Abdullâh bin Umar Radhiyallahu anhuma, Nabi bersabda :
أفْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَليَ عِيَالِهِ
“Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang lelaki adalah dinar yang dibelanjakan untuk nafkah keluarganya,” sabda Nabi (HR. dari Abdullah bin Umar).
Abdurrahman bin ‘Auf merupakan contoh muslim sholeh yang menafkahkan hartanya dalam urusan agama seperti menyumbangkan 400 dirham, 500 kuda perang, dan 1500 unta dalam Perang Tabuk. Memberikan 400 Dinar tiap pasukan perang Badar pada saat itu ada 100 pasukan dan 700 ekor unta untuk penduduk Madinah.
Selain Abdurrahman bin ‘Auf, para sahabat seperti Umar dan Abu Bakar juga berlomba-lomba menggunakan harta mereka untuk kebaikan dan mendapatkan pahala. Abu Bakar bahkan menyedekahkan semua hartanya, meninggalkan keluarganya pada Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, harta yang halal dan bersih bisa jadi sarana untuk mendapatkan pahala dan kemuliaan di sisi Allah.
Referensi:
https://muslim.or.id/97946-biografi-abdurrahman-bin-auf-sahabat-mulia-dan-dermawan-bag-1.html
https://www.sinergifoundation.org/hikmah-di-balik-menjadi-muslim-kaya/
https://almanhaj.or.id/38500-muslim-kaya-tidak-tercela.html
Tinggalkan Komentar