Info
Sunday, 17 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

“GA ADA WAKTU BACA AL-QURAN, TAPI MAIN SOSMED BERJAM-JAM?”

Tuesday, 23 September 2025 Oleh : admin

Oleh : Dian Safitri
(Guru TK YBIS Sako)

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.

 Sungguh di zaman modern ini manusia benar-benar disibukkan dengan Gadget, apapun keadaannya manusia tidak bisa lepas dari gadget dan kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat serta buang-buang waktu.

Kita bisa menghabiskan berjam-jam untuk melihat unggahan teman, video lucu, atau berita terkini. Namun, ketika tiba untuk membuka mushaf, seringkali kita merasa berat, malas, bahkan seperti tak ada waktu. Padahal jika kita hitung waktu yang dihabiskan perharinya untuk sosial media, mungkin bisa kita gunakan untuk membaca Al-quran sampai berjuz-juz dalam sehari.

Jika digunakan dengan bijak, Gadget akan sangat bermanfaat, kita dapat mencari informasi, menuntut ilmu, berkomunikasi dengan keluarga atau teman yang jauh. Namun sebaliknya jika tidak digunakan dengan bijak maka akan banyak melalaikan kita dari aktivitas lain seperti melihat yang diharamkan, mendengar perkataan yang tidak pantas, berkomunikasi dengan yang bukan mahram, terlebih lagi lalai dari membaca Al-Qur’an. 

  • Khalid bin Walid yang begitu sedih karena tidak bisa fokus belajar Al-Quran karena sibuk dengan jihad, sedangkan kita sekarang meninggalkan Al-Quran karena gadget. Perhatikan perkataan Khalid bin Walid berikut:

شغلنا الجهاد عن تعليم القرآن

“Sungguh jihad telah menyibukkan kami dari belajar Al-Quran.” [HR. Ibnu Abi Syaibah 6/151]

  • Sungguh benar akan datang zaman di mana manusia benar-benar meninggalkan Al-Quran. Allah Ta’alaberfirman,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang telah diabaikan”. (QS. Al Furqan: 30)

  • Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa bentuk meninggalkan Al-Qurandalam segala bentuk, mulai dari membaca, mentadabbur, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. Beliau berkata,

قد أعرضوا عنه وهجروه وتركوه مع أن الواجب عليهم الانقياد لحكمه والإقبال على أحكامه، والمشي خلفه

“Mereka telah berpaling dan meninggalkan Al-Quran, padahal mereka wajib untuk patuh dan menerima terhadap hukum di dalamnya serta berjalan dengan petunjuk Al-Quran.” [Tafsir As-Sa’diy]

  • Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily memberi nasihat, beliau berkata:

كل ما يلهي عن واجب فهو حرام, وكل ما يلهي عن فضيلة  فهو مكروه

“Segala sesuatu yang melalaikan dari kewajiban, maka hukumnya haram. Dan segala sesuatu yang melalaikan dari sunnah maka hukumnya makruh”

Jika seseorang sibuk dengan sosial medianya sehingga melalaikan dari kewajibannya seperti lalai dari mendidik anaknya dan tidak menunaikan hak-hak yang wajib ia penuhi. Atau jika seorang pekerja yang sibuk dengan gadgetnya hingga melalaikan pekerjaannya, maka bermain “sosmed” sampai meninggalkan kewajiban seperti ini hukumnya diharamkan. Sungguh Allah melihat kita, maka jangan sampai berlebihan dalam penggunaannya dan berhati-hati agar tidak meninggalkan kewajiban karenanya.

Hendaknya seorang muslim berusaha membaca Al-Quran setiap hari. Berusahalah membacanya walaupun hanya beberapa ayat dalam sehari, karena kita terlalu banyak melakukan maksiat. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya. Membaca Al-Quran membuat hati menjadi lembut dan mudah menerima hidayah serta mudah melakukan ibadah dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia. Al-Quran adalah obat bagi penyakit hati kita. Baarakallahu fiikum jamii’an

Sumber: muslim.or.id

No Comments

Tinggalkan Komentar